MARKET DATA

S&P Tiba-tiba Muncul di Kantor Airlangga, Bahas Soal Ini!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
03 June 2026 14:59
Pertemuan tahunan bersama Lembaga Rating Standard & Poor’s (S&P) di Kantor Kemenko Perekonomian. (Tangkapan layar instagram @airlanggahartarto_official)
Foto: Pertemuan tahunan bersama Lembaga Rating Standard & Poor’s (S&P) di Kantor Kemenko Perekonomian. (Tangkapan layar instagram @airlanggahartarto_official)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Lembaga Rating Standard & Poor's (S&P) pada hari ini, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Tampak hadir mewakili S&P Global, Kim Eng Tan yang merupakan Managing Director Sovereign Ratings S&P Asia Pasifik.

"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian," kata Airlangga dalam postingan di Instagram resminya @airlanggahartarto_official, Rabu (3/6/2026).

Ketidakpastian ini meliputi tensi geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga gangguan rantai pasok global masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Namun demikian, Airlangga menegaskan kepada S&P bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan fundamental yang kuat dan terjaga.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Airlangga, pemerintah menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi nasional didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang terukur, konsumsi domestik yang tetap kuat, serta kinerja sektor eksternal yang terus membaik.

"Inflasi tetap terkendali, investasi terus tumbuh positif, dan program hilirisasi mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan nilai tambah industri nasional," tegasnya.

Pemerintah juga terus mendorong berbagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, termasuk percepatan proyek hilirisasi, penguatan ketahanan energi dan pangan, serta peningkatan daya saing industri nasional.

"Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia agar semakin kuat menghadapi tekanan global sekaligus mampu tumbuh lebih kompetitif dalam jangka panjang," tegas Airlangga.

Melalui dialog konstruktif bersama S&P, Airlangga mengatakan pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dan melanjutkan agenda pembangunan secara inklusif dan berkelanjutan.

"Dengan fondasi ekonomi yang solid dan reformasi struktural yang terus berjalan, Indonesia diyakini memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap positif," tutupnya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Simulasi Dolar Rp17.000 & Harga Minyak US$84, APBN Tekor Berapa?


Most Popular
Features