Muncul Usai Lengser, Jerome Powell Ingatkan Ancaman Terhadap The Fed
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell melontarkan peringatan keras terkait ancaman tekanan politik terhadap lembaga-lembaga independen di Amerika Serikat (AS). Peringatan tersebut muncul beberapa bulan setelah ia mengakhiri masa jabatannya sebagai pimpinan bank sentral AS.
Peringatan itu disampaikan Powell saat menerima penghargaan John F. Kennedy Profile in Courage di Perpustakaan Kepresidenan John F. Kennedy, Boston, Minggu (31/5/2026) waktu setempat. Dalam pidatonya, Powell menegaskan bahwa independensi The Fed merupakan aset penting yang harus dijaga demi menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
"Seperti banyak lembaga lain, The Fed telah menjalani uji stres. Kongres dengan bijak memilih untuk melindungi keputusan kebijakan moneter dari tekanan politik. Semua negara ekonomi maju lainnya telah melakukan hal yang sama," kata Powell, seperti dikutip Associated Press, Senin (1/6/2026).
Dalam salah satu pembelaan paling tegas sepanjang kariernya terhadap independensi bank sentral, Powell memperingatkan bahwa upaya pemerintah untuk mencopot pejabat bank sentral hanya karena perbedaan pandangan kebijakan dapat menciptakan preseden berbahaya bagi masa depan.
Menurutnya, langkah semacam itu berpotensi membuka jalan bagi pemimpin politik berikutnya untuk melakukan hal serupa, yang pada akhirnya dapat merusak kepercayaan publik dan kredibilitas The Fed yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Powell resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua The Fed pada Mei 2026 setelah memimpin bank sentral selama delapan tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia kerap bersitegang dengan Presiden Donald Trump terkait arah kebijakan suku bunga.
Trump kemudian menunjuk Kevin Warsh sebagai pengganti Powell di pucuk pimpinan bank sentral. Meski tak lagi menjadi ketua, Powell memilih tetap mempertahankan kursinya sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed hingga Januari 2028, sebuah langkah yang dinilai tidak lazim dan sekaligus membatasi peluang pemerintahan Trump menunjuk anggota baru di dewan tersebut.
Di saat yang sama, pemerintahan Trump juga tengah berupaya mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook. Namun, Cook menggugat keputusan tersebut dan hingga kini pengadilan masih mengizinkannya tetap menjabat.
Meski tidak pernah menyebut nama Trump secara langsung dalam pidatonya, Powell berulang kali menekankan pentingnya melindungi institusi publik dari intervensi politik.
Selain membela The Fed, Powell juga menyampaikan dukungannya terhadap universitas, lembaga penelitian, sistem peradilan, Kongres, serta Konstitusi AS.
"Amerika Serikat telah lama menjadi pemimpin bagi mereka yang mencari kebebasan di dunia. Negara-negara lain mengenal kita sebagai negara yang dibangun di atas integritas, dan integritas itu harus dipertahankan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Powell juga mengakui bahwa The Fed tidak luput dari kesalahan. Ia menyinggung lonjakan inflasi pascapandemi Covid-19 yang sempat memicu kritik karena bank sentral dinilai terlambat menaikkan suku bunga.
"Di The Fed, kami tentu saja manusia dan karenanya tidak sempurna. Ketika kami membuat kesalahan, kami mengakuinya dan mengubah arah," kata Powell.
Penghargaan John F. Kennedy Profile in Courage telah diberikan sejak 1989 kepada tokoh-tokoh yang dinilai menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan berdasarkan prinsip dan hati nurani, meski menghadapi risiko politik maupun pribadi.
Sejumlah penerima penghargaan sebelumnya antara lain mantan Presiden AS Barack Obama, George H.W. Bush, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, serta mantan Wakil Presiden AS Mike Pence.
source on Google [Gambas:Video CNBC]