IHSG Sesi 1 Melemah 0,91% ke Level 6.149
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Selasa (26/5/2026), melanjutkan tekanan setelah sehari sebelumnya sempat menguat.
Pada akhir perdagangan sesi pertama, IHSG turun 56,67 poin atau 0,91% ke posisi 6.149,68. Indeks sempat bergerak di rentang 6.132,57 hingga 6.286,87.
Nilai transaksi perdagangan sesi pertama tercatat sebesar Rp 9,13 triliun dengan volume 15,32 miliar saham dan frekuensi 1,21 juta kali transaksi.
Sebanyak 253 saham tercatat menguat, 396 melemah, dan 169 bergerak stagnan.
Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dibukukan sektor konsumer primer, properti dan finansial.
Secara spesifik, emiten yang paling menekan kinerja IHSG hari ini adalah emiten blue chip kapitalisasi pasar jumbo, termasuk Astra International (ASII) dengan sumbangsih pelemahan 11,97 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -10,98 poin dan Bank Central Asia (BBCA) -9,7 poin.
Adapun pasar keuangan Indonesia hari ini diperkirakan akan banyak dibayangi sentimen wait and see mengingat adanya libur panjang Idul Adha. Pasar keuangan akan ditutup pada Rabu dan Kamis sebelum dibuka lagi pada Jumat.
Sementara itu, negosiasi AS-Iran di Doha untuk mengakhiri perang tiga bulan mulai menunjukkan kemajuan, termasuk pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz dan isu nuklir Iran. Namun, Washington dan Teheran masih belum yakin kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.
Optimisme pasar membuat harga minyak anjlok, dengan Brent turun 7% ke US$96,14 per barel dan WTI melemah lebih dari 6% ke US$90,30 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik, tetapi memperingatkan AS bisa kembali menyerang jika negosiasi gagal. Sementara itu, Menlu AS Marco Rubio menegaskan diplomasi masih menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, Israel tetap meningkatkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon, sementara Iran mengklaim berhasil menembak jatuh drone siluman di kawasan Teluk Persia. Ketegangan kawasan sebelumnya sempat memicu lonjakan harga minyak dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan pagi ini seiring dengan meningkatnya optimisme investor terhadap potensi kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks utama Korea Selatan mencetak rekor baru dengan melesat ke level tertinggi sepanjang masa di 8.094,90.
Sementara itu, indeks saham lapis kecil Kosdaq turut menguat 2,12%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,18% setelah sehari sebelumnya menembus level psikologis 65.000 untuk pertama kalinya.
Indeks Topix juga melemah 0,36% di tengah aksi ambil untung investor, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,17% pada awal perdagangan.
Futures indeks Hang Seng Hong Kong juga bergerak lebih rendah.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]