Hery Gunardi Akui Bankir Cita-Citanya Sejak Kecil
Yogyakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hery Gunardi berbagi kisah mengenai dirinya yang ternyata telah bercita-cita menjadi bankir sejak kecil. Hal ini dibeberkannya dalam education class di Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026).
"Waktu saya masih kecil, itu cita-cita saya itu dua. Satu, ingin menjadi banker, memang udah cita-cita dari kecil. Kedua, ingin menjadi engineer," kata Hery.
Menurutnya, kedua pekerjaan tersebut memiliki nilai mulia. Engineer atau teknik sipil bisa bikin jembatan, bikin jalan raya, bikin pelabuhan. Fasilitas umum ini berguna bagi masyarakat.
"Kalau engineer itu orangnya tadinya nyebrang sungai, nggak ada jembatan, bikin jembatan, orangnya jadi hidupnya lebih mudah. Yang nggak punya jalan, dibikinnya jalan, hidupnya lebih mudah," katanya.
Kemudian jika bankir juga sama, kata Hery, tugasnya mulai. Bankir merupakan tugas mulia karena banker mengelola uang nasabah. Uang yang dikelola bank, bisa dipinjamkan lagi ke debitur atau nasabah.
"Banker (bankir) )ini adalah mulia tugasnya. Menjaga, mengelola uangnya nasabah. Kemudian uang ini dikelola, kemudian dipinjamkan juga kepada nasabah," katanya.
Bahkan, tugas bankir sangat mulia jika nasabah yang dibantu melalui kredit adalah mereka yang merupakan nasabah kecil dari UMKM bahkan ultramikro.
"Seperti itu, sama-sama mulia," tegas Hery.
Dalam sesi yang banyak dihadiri oleh wirausahawan ini, dia juga memaparkan mengenai awal karirnya di perbankan.
Hery mengungkapkan dirinya pertama kali bekerja itu dulu di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Bank tersebut harus tutup di masa krisis 1998, karena dimerger dengan Bank Bumi Daya, Bank Exim dan Bank BDN menjadi Bank Mandiri. Saat itu, dia ditugaskan ke dalam tim merger.
"Nah, kebetulan ya saya dulu dari Bapindo. Tapi mungkin garis tangan, pada saat merger 1998-1999 itu, saya nggak ngerti kenapa atasan saya, direksi saya, menugaskan saya untuk menjadi tim merger," paparnya.
Tugasnya tak main-main, saat itu dia harus membantu bankir kenamaan, seperti Robby Djohan dan Agus Martowardojo membentuk Bank Mandiri.
"Jadi saya adalah orang yang masuk di core teamnya, bukan yang di ece-ece gitu ya, tapi itu core team ya, membantu zaman dulu adalah Pak Robby Djohan, sama Pak Agus (Martowardojo) juga ya," katanya.
Dia pun mengaku menjadi orang yang termuda dalam tim merger tersebut. Ini adalah pengalamannya yang berharga.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]