MARKET DATA

Di Depan Ribuan Pelajar-Mahasiswa, Purbaya Beri Bukti Ekonomi RI Bagus

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
22 May 2026 11:35
Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi bukti perekonomian Indonesia tengah dalam kondisi yang sehat, ditopang oleh daya beli yang kuat.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). Acara itu dihadiri ribuan pelajar dan mahasiswa dari Yogyakarta.

Purbaya mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia yang kuat ini terlihat dari berbagai indikator utama, seperti indeks keyakinan konsumen yang terjaga di level ekspansif 123 per April 2026.

Lalu, penjualan mobil dan motor mampu melonjak, seiring aktivitas yang kembali normal pasca Lebaran. Penjualan mobil mampu tumbuh 55% dan motor mencapai pertumbuhan 28,1%.

"Itu artinya ekonomi sehat, daya beli kuat," kata Purbaya.

Ia juga menegaskan, data konsumsi BBM untuk transportasi dan industri pada periode Maret mampu tumbuh pesat. BBM ritel tumbuhnya mencapai 11,9% pada akhir tiga bulan pertama tahun ini, BBM industri 17%, dan total konsumsi BBM naik 13%.

Penjualan listrik pun ia sebut masih mampu tumbuh tinggi menandakan konsumsi listrik rumah tangga, bisnis dan industri meningkat karena bergeliatnya ekonomi, total pertumbuhannya mencapai 19%.

Selain itu, konsumsi semen domestik yang mendukung program pembangunan di tanah air, pertumbuhannya bahkan kata dia mampu menembus level 35,6% pada April 2026.

Hal inilah yang ia sebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melesat pada kuartal I-2026 ke level 5,61% yoy, tertinggi sejak kuartal III-2022.

Ditopang oleh konsumsi rumah tanga yang mampu tumbuh 5,42$ dengan porsi terhadap PDB 54,36%, investasi atau PMTB tumbuh 5,96% dengan porsi terhadap PDB 28,29%, dan konsumsi pemerintah yang melesat 21,81% dengan porsi ke PDB 6,72%.

"Ini juga karena kita bisa manage anggaran lebih efisien dan memastikan swasta hidup," tegas Purbaya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Beberkan Penyebab Inflasi RI Tinggi di Awal Tahun


Most Popular
Features