MARKET DATA

Breaking News! IHSG Dibuka Ambruk 2%

mkh,  CNBC Indonesia
22 May 2026 09:04
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Jumat pagi (22/5/2026). IHSG ambles 2% ke posisi 5.973,20.

Sebanyak 464 saham tercatat melemah, sementara hanya 89 saham menguat dan 406 saham stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp818,9 miliar dengan volume perdagangan 1,54 miliar saham.

Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik setelah pada perdagangan sebelumnya IHSG ambruk 3,54% ke level 6.094,94.

Adapun satu perhatian investor tertuju pada kebijakan pemerintah untuk menyerahkan sepenuhnya ekspor komoditas strategis Indonesia ke BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia alias PT DSI pada 1 Januari 2027.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso selepas menghadiri sosialisasi pembentukan BUMN ekspor kepada para eksportir di sektor SDA di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Dengan keputusan ini, maka masa transisi pelaksanaan ekspor terpusat di PT DSI untuk komoditas batu bara, minyak mentah kelapa sawit, dan ferro alloy menjadi lebih panjang, karena masa transisinya tetap akan dilakukan per 1 Juni 2026.

"Jadi dalam 3 bulan pertama itu ekspornya dilakukan oleh eksportir yang existing, tetapi dokumennya nanti qq, qq ke BUMN Ekspor. Nah, setelah itu, 3 bulan berikutnya, itu sifatnya, apa ya, kayak hybrid gitu. Jadi, kalau eksportir yang sudah siap dialihkan ke BUMN Ekspor, maka bisa sepenuhnya dialihkan ke BUMN Ekspor sampai paling lambat tanggal 31 Desember," tegas Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sebelumnya pemerintah berencana menyerahkan ekspor penuh untuk PT DSI per 1 September 2026, sebagaimana tertuang dalam rancangan Permendag yang dibahas di kantor Kemenko Perekonomian kemarin pagi.

Rencana pemerintah melakukan sentralisaisi ekspor lewat satu badan mulai disorot lembaga pemeringkat global.

S&P Global Ratings memperingatkan kebijakan ini dapat menimbulkan risiko terhadap ekspor, penerimaan negara, dan neraca pembayaran Indonesia.

"Faktor-faktor ini menciptakan ketidakpastian penurunan yang lebih besar terhadap peringkat Indonesia," tulis S&P dikutip dari Reuters Kamis (21/5/2026).

S&P juga menilai investasi dapat terdampak jika perubahan aturan ini menurunkan kepercayaan dunia usaha dan sentimen investasi.

Sementara itu, Moody's menilai rencana sentralisasi ekspor dapat mendukung aliran devisa masuk, tetapi juga meningkatkan risiko distorsi pasar dan membebani sentimen investor.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG ke Level 6.100-an, Danantara-Purbaya Beri Pesan Ini ke Investor


Most Popular
Features