MARKET DATA

47 Anak Usaha PTPN Mau Dipangkas

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
21 May 2026 12:50
PTPN III (Perkebunan Nusantara)
Foto: PTPN III (Perkebunan Nusantara)

Jakarta, CNBC Indonesia — Perampingan entitas usaha di tubuh perusahaan pelat merah terus dilakukan melalui aksi konsolidasi. BP BUMN dan BPI Danantara mengawal pemangkasan di grup Perkebunan Nusantara (PTPN) dari yang sebelumnya 65 perusahaan menjadi 18 perusahaan.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, upaya ini sebagai bagian dari langkah besar streamlining dan transformasi perusahaan untuk memperkuat industri perkebunan nasional.

"Langkah ini dilakukan untuk menciptakan struktur korporasi yang lebih ramping, tata kelola yang lebih efektif, operasional yang lebih efisien, serta daya saing yang semakin kuat di sektor perkebunan," ujarnya mengutip akun sosial media Instagramnya, Kamis (21/5/2026).

BP BUMN telah menggelar rapat bersama jajaran Direksi PTPN untuk membahas perkembangan pelaksanaan streamlining dan transformasi strategis perusahaan. Dalam pembahasan tersebut, PTPN terus memperkuat fokus pada bisnis inti, mengoptimalkan aset, meningkatkan produktivitas, serta mengonsolidasikan fungsi riset dan pengembangan bisnis perkebunan.

"Melalui transformasi ini, BP BUMN dan Danantara mendorong PTPN menjadi perusahaan perkebunan yang semakin kompetitif, adaptif terhadap dinamika industri global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan komoditas nasional," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria memimpin rapat bersama PT Danantara Asset Management, pada Selasa (19/05), terkait evaluasi dan akselerasi streamlining BUMN. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi dan penataan BUMN agar semakin efektif, efisien, serta fokus pada lini bisnis inti yang bernilai strategis bagi negara.

Dony mengungkapkan, hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema.

"Mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran," ujarnya.

Menurutnya, penataan tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengurangi tumpang tindih bisnis, serta memastikan setiap entitas memiliki peran yang jelas dalam menciptakan nilai ekonomi dan mendukung penguatan daya saing nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Dony menegaskan bahwa percepatan transformasi BUMN harus dilakukan melalui penataan fundamental yang terukur, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.

"Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat," tuturnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, fokus pembahasan dalam rapat mencakup percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang masih belum optimal, termasuk penguatan tata kelola, penajaman arah bisnis, dan optimalisasi aset.

Selain itu, struktur perusahaan yang dinilai masih tumpang tindih agar dapat bergerak lebih lincah, profesional, dan kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar.

BP BUMN dan Danantara memastikan restrukturisasi ini bukan sekadar penyederhanaan jumlah perusahaan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi BUMN secara menyeluruh.

Melalui penataan yang lebih terarah, BUMN ditargetkan semakin efektif dan efisien, beroperasi sesuai prinsip korporasi profesional, kompetitif di pasar, serta mampu memberikan kontribusi riil bagi kas negara dan masyarakat.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40 Jadi 12


Most Popular
Features