Video

Video: Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
21 May 2026 10:45

Jakarta, CNBC Indonesia- Pelaku usaha pelayaran angkutan niaga turut bersiaga menghadapi dampak gejolak geopolitik dan ekonomi global termasuk pelemahan nilai tukar.

Bagi bisnis pelayaran, tekanan mata uang Rupiah berdampak pada lonjakan harga suku cadang yang mayoritas berasal dari impor serta kenaikan premi asuransi dan cicilan kredit luar negeri.

Meski demikian, di tengah gejolak global saat ini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA), Carmelita Hartoto mengatakan tetap ada potensi yang bisa diambil oleh bisnis pelayaran. Oleh karena itu INSA mengharapkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya saing pelayaran RI yakni terkait suku bunga kredit dari bank dalam negeri yang tinggi sehingga INSA berharap industri mendapatkan bunga rendah dan tenor panjang seperti sektor infrastruktur, Di sisi lain, INSA berharap adanya insentif bebas PPN bagi BBM kapal niaga yang masih sangat membebani industri.

Diharapkan terjaganya daya beli menjadi penopang keberlanjutan bisnis pelayaran yang menjadi penopang bisnis logistik. Lalu seperti apa navigasi pelayaran nasional hadapi gejolak global? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA), Carmelita Hartoto dalam Focus on Infra, CNBC Indonesia (Rabu, 20/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...