Saham Ini Jadi Incaran Asing Saat IHSG Sentuh All Time Low Setahun
Jakarta, CNBC Indonesia — Aliran dana asing mulai kembali masuk ke pasar saham domestik di tengah tekanan berat yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bahkan, IHSG kembali menyentuh level terendah dalam setahun terakhir pada perdagangan Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data bursa, investor asing membukukan net buy sebesar Rp249,2 miliar di seluruh pasar, catatan net buy asing kedua pekan ini.
Meski demikian, aksi beli asing tersebut masih terjadi di tengah tingginya volatilitas pasar dan derasnya tekanan jual dalam beberapa waktu terakhir.
Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjadi incaran utama asing dengan nilai net buy mencapai Rp262,4 miliar. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp223,4 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp217,7 miliar.
Selain itu, saham berbasis komoditas dan energi juga mendominasi daftar pembelian asing seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), hingga PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Berikut daftar saham dengan net buy asing terbesar pedagangan kemarin:
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Rp262,4 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp223,4 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp217,7 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Rp116,5 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp111,4 miliar
- PT Timah Tbk (TINS) - Rp82,8 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Rp76,8 miliar
- PT Indika Energy Tbk (INDY) - Rp74,4 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp63 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp61,8 miliar
Sementara itu IHSGÂ bergerak bak roller coaster pada perdagangan kemarin. Setelah sempat naik turun sepanjang perdagangan intraday, IHSG berakhir melemah 0,82% ke level 6.318,50 pada penutupan.
Sebanyak 483 saham melemah, hanya 208 saham menguat dan sebanyak 126 saham tidak bergerak. Volume perdagangan saham mencapai 41,13 miliar lembar, dengan nilai Rp 22,36 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 2,47 juta kali.
Sebelumnya, pagi tadi jelang pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berbalik arah dan melesat naik 1% ke level 6.430,97 setelah dibuka terpuruk.
Adapun pasar merespons negatif pidato Prabowo yang mengumumkan terkait ekspor satu pintu atas sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk batu bara dan kelapa sawit. Sebelum terpangkas signifikan pada akhir sesi pertama, IHSG sempat ambruk nyaris 2,5% usai Prabowo mengumumkan inisiasi badan ekspor milik BUMN.
Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan kontribusi pelemahan terbesar dicatatkan oleh infrastruktur dan barang baku, sementara yang menguat ada teknologi dan finansial.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]