MARKET DATA

Pesaing Berkurang Dua, Calon Bos BEI Iding Pardi Pede Menang

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
20 May 2026 12:06
Direktur Utama KPEI, Iding Pardi di Gedung BEI, Rabu (20/5/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)
Foto: Direktur Utama KPEI, Iding Pardi di Gedung BEI, Rabu (20/5/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Calon direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi mengatakan sudah menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test pada hari Selasa pekan lalu. Iding, yang saat ini merupakan direktur utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), mengaku proses tersebut berjalan lancar dan merasa optimistis atas hasilnya nanti.

Ia menyampaikan visi misinya adalah memperkuat governance dari BEI dan market, ia sebut sebagai yang paling utama.

"Kita sih ingin memperkuat governance. Governance dari Bursa tentunya. Governance dari market, karena itu ingin jadi fondasi utama dari pasar kita untuk bertumbuh lebih sehat lagi," kata Iding saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (20/5/2026).

Saat fit and proper test, ia mengungkapkan ada pembahasan program-program kerja serta arah rencana kerjanya. Termasuk, pembahasan mengenai gejolak yang menghantam pasar modal RI sepanjang tahun ini.

Mengenai perbaikan kondisi pasar modal saat ini, Iding kembali menekankan pentingnya governance dalam pengelolaan pasar agar lebih prudent. Sebab, volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh berbagai faktor.

"Tapi kita fokus sebagai institusi bursa, ya memperkuat tata kelola itu. Gimana lebih transparent, lebih fair. Itu sesuai dengan misi dari institusi Bursa Efek juga seperti itu, kan. Bagaimana menciptakan pasar yang wajar, teratur, aman, efisien. Itu kan inti dari governance," jelas Iding.

Dengan begitu, BEI secara institusi akan menjadi kuat dan pasar dapat tumbuh lebih sehat. Kepercayaan investor baik domestik maupun asing akan ikut bertumbuh.

"Investor, ya mau investor domestik juga, mereka bertransaksi lebih sehat, lebih rasional, gitu kan. Investor asing lebih trust terhadap market kita," pungkasnya.

Secara konkret, Iding menerangkan penguatan governance yang hendak ia lakukan adalah ingin mendorong kualitas pasar, serta kualitas initial public offering (IPO). Ia berujar bahwa pertumbuhan ukuran pasar tidak cukup tanpa pertumbuhan kualitas.

"Tapi itu harus dibarengi dengan kualitas. Kualitas investornya, kualitas IPO-nya, gitu kan. Sehingga mereka investor itu bisa retain, nggak transaksi terus kapok, gitu kan," imbuhnya.

Terkait dengan sudah berkurangnya dua pesaing dalam proses pemilihan calon direksi BEI, Iding mengaku belum mengetahui apakah status mereka sudah pasti mundur dari pencalonan.

Sebelumnya, nama lain yang disebut masuk dalam bursa calon, Oki Ramadhana, eks Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas (Mansek) sekaligus Komisaris Utama (Komut) BEI dan Laksono Widodo eks Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).

Pada Selasa (19/5/2026), keduanya diumumkan sebagai direksi baru Indonesia Investment Authority (INA). Oki telah ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur dan Chief Executive Officer (CEO), Laksono sebagai Anggota Dewan Direktur dan Chief Investment Officer (CIO).

Pengangkatan Anggota Dewan Direktur dilakukan oleh Dewan Pengawas dalam acara pengangkatan Dewan Direktur bertempat di Kantor INA pada tanggal 13 Mei 2026. Setelah efektif, pengangkatan tersebut menandai dimulainya masa jabatan para direksi baru untuk periode 2026-2031.

Oleh karena itu, kini calon direksi BEI periode 2026-2030 tersisa dua, yakni Iding Pardi dan Jeffrey Hendrik, yang saat ini menjabat sebagai Pjs. Direktur Utama BEI. Proses pemilihan telah berlangsung, dan paling lambat diumumkan hasilnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 Juni 2026.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Calon Dirut Bursa Jalani Fit & Proper Hari Ini, Intip 4 Namanya


Most Popular
Features