MARKET DATA

Mendadak Kunjungi BEI, Dasco Bilang Gini ke Bos OJK dan BEI

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
19 May 2026 11:30
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Puspandini)
Foto: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Puspandini)

Jakarta,CNBC Indonesia - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sufmi Dasco Ahmad mendadak mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Dirinya hadir didampingi oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria.

Tampak juga Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna hadir mendampingi para pejabat yang datang. Mengenakan setelah jas abu-abu, Dasco memberikan apresiasinya terhadap kerja keras direksi BEI dan pimpinan OJK.

"Terima kasih atas kerja keras direksi bursa dan OJK yang sudah bersusah-payah menghadapi situasi yang disebabkan pasar global dan dinamika dalam negeri," ujar Dasco, Selasa (19/5/2026).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2% atau 136,33 poin ke level 6.462,91 per pukul 11.11 WIB, Selasa (19/5/2026).
Sebanyak 454 saham turun, 212 naik, dan 293 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 10,61 triliun, melibatkan 17,34 miliar saham dalam 1,26 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 11.261 triliun.

Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG memulai perdagangan hari ini turun 94,34 poin atau 1,40% ke posisi 6.447,97. Namun dua menit setelah pasar dibuka IHSG ambruk makin dalam hingga 2,59% dan semakin parah 60 menit setelahnya dengan IHSG Anjlok 4,3% ke level 6.428.

Tekanan terbesar terhadap IHSG sejak akhir pekan lalu datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

MSCI diketahui resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN); PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN); PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA); PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA); PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN); PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.

Tak lama setelah pengumuman MSCI, penyedia indeks global lainnya FTSE ikut buka suara soal masa depan saham-saham RI yang tergabung dalam indeks besutannya.

Dalam pengumuman terbaru bertajuk "Index Treatment for the June 2026 Index Review" yang dirilis Rabu (13/5/2026), FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Dasco Mendadak Kunjungi BEI, Didampingi Bos OJK & Danantara


Most Popular
Features