Video

Video: Gak Cuma Efek Perang, Rupiah Anjlok Juga Terkait Kredibilitas

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
18 May 2026 17:43

Jakarta, CNBC Indonesia- Tekanan dari eksternal maupun sentimen dari dalam negeri masih menjadi penekan pergerakan IHSG yang pada perdagangan Senin (18/05) sempat anjlok lebih dari 4% ke level 6.400-an dan Rupiah menyentuh level terlemah sepanjang masa di Rp 17.660 per Dolar AS.

Dari dalam negeri, Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, Imaduddin Abdullah menyebutkan dampak keputusan MSCI terhadap persepsi investor global pada pasar keuangan RI sudah sangat serius. Dimana sejak Januari 2026, IHSG Anjlok signifikan usai rilis MSCI yang menggerus kepercayaan pasar terhadap transparansi pasar saham RI.

Oleh karena itu diperlukan agenda transformasi dan reformasi bursa yang serius utamanya terkait transparansi saham.

Sementara terkait Rupiah, tekanan ini dinilai Imaduddin tidak lepas dari dampak perang Timur Tengah yang diperparah oleh kebijakan The Fed. Namun depresiasi Rupiah ini dibanding negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura cukup dalam dimana persoalan kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter RI dinilai masih kalah.

Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dan Serliana Salsabila dengan Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, Imaduddin Abdullah dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 18/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...