BEI Terima Audiensi Emiten-emiten yang Masuk Daftar HSC, Ini Daftarnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku menerima sejumlah audiensi dari emiten-emiten yang masuk dalam daftar pemegang saham terkonsentrasi atau High Shareholder Concentration List (HSC).
"Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik. Ada beberapa tanggal dan dari beberapa perusahaan, semuanya kami layani dengan baik," ujar PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik kepada wartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (18/5/2026).
Saat ditanya apakah emiten yang audiensi merupakan perusahaan milik konglomerat, Jeffrey enggan berkomentar. Namun, ia menegaskan sudah ada 1-2 emiten yang mendatangi bursa, sementara masih ada perusahaan yang telah dijadwalkan bertemu.
Jeffrey pun menyatakan, pihaknya terbuka bagi emiten yang masuk HSC tersebut untuk melaporkan upaya-upaya penyesuaian terhadap komposisi pemegang sahamnya.
"Silakan saja kalau memang sudah melakukan upaya-upaya silahkan laporan kepada kami," tambahnya.
Di sisi lain, Jeffrey juga menyinggung beberapa emiten yang telah melaporkan upaya untuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) sesuai ketentuan yang maksimal 15%. BEI juga telah melakukan diskusi dengan Asosiasi Emiten Indonesia terkait implementasi aturan tersebut.
"Sampai saat ini kami sudah melihat ada upaya-upaya positif yang dilakukan oleh beberapa emiten untuk menambah atau meningkatkan free float-nya dan progresnya bagus" tambahnya.
Asal tahu saja, saham-saham yang masuk daftar HSC diantaranya BREN dan DSSA, masing-masing konsentrasinya sebesar 97,31% dan 95,76%. BREN merupakan entitas milik konglomerat Prajogo Pangestu, sedangkan DSSA bagian dari Sinar Mas Grup.
Selain kedua saham tersebut, terdapat emiten lain yang masuk dalam daftar HSC berdasarkan data BEI dan KSEI per 2 April 2026, yaitu PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dengan konsentrasi 95,35%, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) sebesar 99,85%, dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sebesar 95,94%.
Selain itu, ada PT Ifishdeco Tbk (IFSH) sebesar 99,77%, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) sebesar 98,35%, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) sebesar 97,75%, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebesar 95,82%, serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dengan tingkat konsentrasi 95,47%.
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]