Diterjang Badai MSCI, IHSG Ambruk Nyaris 2% ke Level 6.700-an
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok nyaris 2% pada perdagangan Rabu (13/5/2026), setelah pasar merespons negatif hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari indeks globalnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan sesi kedua IHSG turun 135,58 poin atau -1,98% ke level 6.723,32.
Sebanyak 416 saham melemah, 239 saham menguat, dan 163 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp19,79 triliun dengan volume perdagangan 38,95 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi.
Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi terdalam dicatatkan oleh sektor infrastruktur, barang baku, teknologi dan energi. Sedangkan hanya sektor industri yang menguat hari ini.
Tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.
Data movers menunjukkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah sati penekan terbesar IHSG dengan kontribusi minus 15,51 indeks poin. Disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menekan 11,25 poin indeks serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 11,47 poin.
Kemudian PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan IHSG sebesar 15,13 poin dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 3,8 poin.
Secara harga saham, TPIA ambles 14,85%, CUAN anjlok 10,05%, AMMN turun 9,09%, DSSA melemah 11,16%, dan BREN terkoreksi 11,36%.
Saham lain yang juga keluar dari indeks MSCI small cap turut mengalami tekanan. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 4,71%, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) melemah 4,76%, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 3,29%, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkoreksi 5,88%.
Sebelumnya, MSCI resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.
CGS International Sekuritas Indonesia sebelumnya memperkirakan rebalancing MSCI kali ini dapat memicu outflow pasif hingga US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,49 triliun. Seluruh perubahan tersebut akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
Kabar baiknya MSCI mempertahankan Indonesia di kelompok emerging markets. Sebagaimana diketahui, MSCI sempat membuka kemungkinan reklasifikasi status Indonesia dari emerging markets menjadi frontier markets.
Dalam pengumuman, Selasa (12/5/2026) waktu AS, Indonesia tetap dikategorikan dalam daftar emerging markets bersama dengan negara-negara lain seperti China, India, Korea, Malaysia, Filipina Taiwan, dan Thailand.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]