MARKET DATA

Transaksi Asing Sepi, Deretan Saham Ini Kena Net Sell Besar

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
13 May 2026 07:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing kembali mencatat aksi jual bersih jumbo di pasar saham Indonesia pada perdagangan Selasa (12/5/2026), di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar jelang pengumuman hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), di tengah sepinya transaksi investor asing,  net foreign sell mencapai Rp931,9 miliar di seluruh pasar. Sebagai informasi total nilai transaksi pada perdagangan kemarin Rp10,68 triliun, lebih rendah dibandingkan rata-rata harian yang biasanya mencapai Rp 14 triliun. 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp217,8 miliar. Investor asing tercatat melakukan pembelian Rp106,4 miliar, namun aksi jual mencapai Rp324,1 miliar.

Di posisi kedua, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga terkena aksi jual asing sebesar Rp181,7 miliar. Total transaksi saham BMRI mencapai Rp1,35 triliun, menjadi salah satu saham paling aktif diperdagangkan hari ini.

Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat net foreign sell Rp174 miliar, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp140,1 miliar.

Tidak hanya saham batu bara dan energi, aksi jual asing juga menyasar saham-saham big caps perbankan lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net sell Rp57,2 miliar serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp49,9 miliar.

Berikut daftar saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan kemarin:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp217,8 miliar
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp181,7 miliar
  3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp174 miliar
  4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp140,1 miliar
  5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp57,2 miliar
  6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp50,5 miliar
  7. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp49,9 miliar
  8. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) - Rp49,8 miliar
  9. PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) - Rp43,9 miliar
  10. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp42,8 miliar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), meski sempat bertenaga pada awal pembukaan pasar, yang mana IHSG sempat melaju dengan kuat dan bahkan sempat naik 1%. Akan tetapi pada akhir perdagangan sesi kedua, IHSG berbalik arah dan ambruk ke level 6.858,90 atau turun 0,68%.

Sebanyak 463 saham melemah, 207 menguat dan 151 lainnya stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 16,29 triliun yang melibatkan 32,97 miliar saham dalam 2,53 juta kali transaksi.

Secara sektoral, sektor kesehatan menjadi penekan terbesar dengan koreksi mencapai 4,78%, disusul utilitas -2,24% serta teknologi melemah -4,08%.

Dari sisi saham, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi penurunan 24,21 poin indeks. Saham MORA pada awalnya melaju kuat dengan kenaikan 15% lebih dan menjadi penggerak utama IHSG. Akan tetapi tidak lama berselang, MORA anjlok hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 15% ke level 7.650.

Selanjutnya ada Astra International (ASII) yang menekan indeks 7,98 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 7,15 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 6,64 poin.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Asing Terciduk Banyak Jual Saham Ini Jelang MSCI


Most Popular
Features