MARKET DATA

BI Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun Lagi Jadi Rp 146,2 M

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
08 May 2026 10:41
Gedung BI
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 senilai US$ 146,2 miliar.

Nilai itu menurun sekitar US$ 2 miliar dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar US$ 148,2 miliar.

BI mengungkapkan, perkembangan cadangan devisa atau cadev ini dipengaruhi oleh kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Meskipun, masih ditopang penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah.

"Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," dikutip dari siaran pers BI, Jumat (8/5/2026).

Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," sebagaimana tertera dalam siaran pers BI.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! Cadangan Devisa RI Tembus US$156,5 M di Desember 2025


Most Popular
Features