MARKET DATA

IHSG Ditutup Naik 1,22% Hari Ini, Pasar Euforia Ekonomi Tumbuh 5,6%

mkh,  CNBC Indonesia
05 May 2026 16:36
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 85,16 poin atau 1,22% ke level 7.057,11 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026).

Sebanyak 360 saham naik, 328 turun, dan 271 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 16,9 triliun, melibatkan 41,39 miliar saham dalam 2,42 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 12.630 triliun. 

Berdasarkan data pasar, ada lima saham yang mencatat nilai transaksi tertinggi, yakni Barito Pacific (BRPT) Rp 2,58 triliun, Bank Central Asia (BBCA) Rp 2,25 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 2,03 triliun, dan Petrosea (PTRO) Rp 1,66 triliun, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 1,63 triliun. 

Mengutip Refinitiv, ada tiga sektor yang menjadi penopang IHSG, yakni bahan baku 5,55%, utilitas 4,1%, dan finansial 2,36%. 

Tercatat saham-saham Prajogo Pangestu dan perbankan menjadi pendongkrak kinerja IHSG secara keseluruhan. BRPT yang melesat hingga batas auto reject atas (ARA) atau 24,66% menjadi 2.300 menyumbang 25,6 poin. 

Kemudian saham Prajogo lain, Chandra Asri Pacific (TPIA) juga tercatat melesat 19,7% dan berkontribusi 20,67 poin. Lalu diikuti oleh Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 5,6 poin dan Barito Renewables Energy (BREN) 4,8 poin. 

Adapun IHSG naik seiring dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).

Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026 maupun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87% yoy.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Kendati demikian,IHSG masih menghadapi sejumlah tekanan. Nilai tukar rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). 

Merujuk data Refinitiv, Rupiah ditutup melemah 0,26% ke level Rp17.410/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp17.380-Rp17.445/US$. Pelemahan ini juga memperpanjang tren pelemahan mata uang Garuda menjadi lima hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, gencatan senjata yang sebelumnya sudah rapuh antara Amerika Serikat dan Iran tampak berada di ambang kehancuran pada Senin, ketika Uni Emirat Arab diserang drone dan rudal Iran, sementara AS menyatakan telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, memperingatkan Iran bahwa negara tersebut akan "dihapus dari muka bumi" jika menargetkan kapal AS yang melindungi kapal dagang yang melintas di selat tersebut.

Trump juga mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa sebuah kapal kargo Korea Selatan telah menjadi sasaran tembakan Iran di perairan itu. "Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut bergabung dalam misi ini!" tulisnya.

Indeks pasar saham ditutup melemah tajam pada Senin, sementara harga minyak naik, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa dampak perang terhadap ekonomi global dapat semakin memburuk atau berlangsung lebih lama.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Awali Tahun 2026, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru di Level 8.748


Most Popular
Features