MARKET DATA

Dolar AS Tembus Rp 17.400, BI Buka Suara & Ambil Langkah Ini

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
05 May 2026 10:56
Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian tertekan pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026) hingga ke level Rp 17.400/US$.

Merespons kondisi itu, Bank Indonesia (BI) menyatakan pihaknya mengambil sikap khusus untuk meredam tekanan, seperti berbagai langkah intervensi yang terukur.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Philippine Peso melemah sebesar 6,58%, Thailand Baht melemah 5,04%, India Rupee melemah 4,32%, demikian pula dengan Chile Peso (-4,24%), Indonesia Rupiah (-3,65%), dan Korea Won (-2,29%).

"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder," ujar Erwin.

Ia menekankan, berbagai langkah pengamanan kurs rupiah dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," paparnya.

Sebagaimana diketahui, tukar rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda makin dalam setelah sempat dibuka melemah pada awal perdagangan.

Melansir data Refinitiv, per pukul 09.07 WIB, rupiah terpantau melemah 0,22% ke level Rp17.403/US$. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan yang semakin dalam dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi di level Rp17.380/US$.

Dengan pergerakan tersebut, rupiah resmi menembus level psikologis Rp17.400/US$ yang sekaligus mencetak level terlemah intraday terbaru sepanjang masa.

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp16.725


Most Popular
Features