Harga Turun Terus Usai Pengumuman MSCI, Bursa Pelototi Saham DSSA
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mulai Senin, (4/5/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
Informasi terakhir mengenai DSSA yang merupakan emiten Grup Sinarmas ini adalah informasi tanggal 31 Maret 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penyampaian laporan keuangan tahunan (koreksi).
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Mengutip data pasar, saham DSSA bergerak turun 5,57% ke harga Rp1.525 per saham pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, saham DSSA turun 40.24% selama satu bulan. Sementara dalam year to date turun 61.27%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Koreksi saham DSSA ini terjadi seiring pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan akan mendepak saham-saham yang masuk daftar High Concentration Shareholder (HSC).
Dengan begitu, saham Grup Sinar Mas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan saham milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) berpotensi dihapus dari indeks MSCI. Kedua saham itu termasuk dalam daftar 9 saham HSC yang dirilis BEI dan KSEI.
Adapun BREN memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan sebesar 97,31% sementara DSSA di 95,76%.
"Kami memperkirakan BREN dan DSSA akan dihapus berdasarkan ketentuan HSC paling cepat pada penyeimbangan ulang bulan Mei, meskipun waktu pastinya tidak dinyatakan secara eksplisit," kata Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/4/2026).
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]