WBSA Dicecar Bursa Usai Kena Suspensi, Investor Perlu Waspadai Hal Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) buka suara usai dicecar Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah harga saham melambung dan mengalami suspensi dua kali sejak melantai di bursa.
Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui telah kembali menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham WBSA karena telah terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Diketahui, saham WBSA melonjak sejak awal melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 April 2026 hingga terkena suspensi pertama pada 20 April 2026, lalu dibuka lagi pada 21 April sebelum akhirnya kembali disuspensi pada 24 April.
Tercatat saham WBSA sejak IPO baru diperdagangkan sembilan hari perdagangan di bursa, namun harga sahamnya telah melonjak hingga 691%.
Terkait harga saham yang telah naik ugal-ugalan, perusahaan mengungkapkan tidak mengetahui penyebab pergerakan harga saham perseroan di Bursa.
Meski harga telah naik nyaris delapan kali lipat, perseroan juga mengaku tidak ada perolehan kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan, maupun transaksi lainnya yang bersifat material, yang belum diungkapkan kepada publik.
Manajemen WBSA juga menyebut kondisi persaingan usaha saat ini masih relatif stabil dan kompetitif, dengan perusahaan tetap menjalankan kegiatan usaha sesuai strategi dan fokus bisnis yang telah ditetapkan.
Manajemen juga dengan tegas menyebut tidak melihat adanya pergeseran pangsa pasar yang signifikan yang berdampak material terhadap kegiatan usaha Perseroan.
Selanjutnya, perusahaan juga menyebut tidak terdapat kejadian perkara hukum yang sedang dihadapi yang berdampak material dan belum diungkapkan.
Tidak terdapat informasi material yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi harga saham WBSA dan/atau keputusan investasi pemodal, yang belum diungkapkan kepada publik.
Mengutip prospektus IPO, laba bersih WBSA dalam sembilan bulan pertama 2025 hanya Rp 24,13 miliar yang mana jika disetahunkan laba per dasar saham (EPS) WBSA berada di angka Rp 3,75 per saham.
Dengan harga saham yang saat ini berada di level Rp 1.330, saham WBSA diperdagangkan dengan valuasi super premium yakni mencapai 355 kali laba dasar (PER) dan 35 kali nilai buku perusahaan (PBV).
Hal ini menempatkan WBSA menjadi salah satu saham paling mahal dan overvalue di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Artinya dengan kondisi bisnis saat ini tanpa adanya perolehan kontrak baru signifikan, persaingan usaha masih ketat, tidak adanya pergeseran pangsa pasar, tidak ada perkara hukum yang menguntungkan perusahaan secara material dan informasi penting lainnya, perusahaan tidak dapat meningkatkan pendapatan dan laba secara cepat.
Dengan kata lain menggunakan harga acuan saat ini, investor akan kembali memperoleh uang yang diinvestasikan dalam 355 tahun.
(fsd/fsd) Add
source on Google [Gambas:Video CNBC]