MARKET DATA

BI Laporkan Uang Beredar di RI Tembus Rp10.355 T per Maret 2026

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
23 April 2026 10:23
FILE PHOTO - The logo of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, is seen on a window in the bank's lobby in Jakarta, Indonesia September 22, 2016.  REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo
Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia atau BI mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 tumbuh lebih tinggi.

Pada Maret 2026, M2 tumbuh sebesar 9,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Februari 2026 sebesar 8,7% (yoy). Dengan demikian, uang beredar atau M2 tercatat mencapai Rp10.355,1 triliun pada bulan Maret lalu.

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,2% (yoy)," papar Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono, Kamis (23/4/2026).

Perkembangan M2 pada Maret 2026, lanjut Anton, dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.

Adapun, BI mencatat tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 39,2% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 25,6% (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit pada Maret 2026 tumbuh sebesar 8,9% (yoy), stabil dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Uang Beredar Tumbuh 8,3% di November 2025, Tembus Rp 9.891,6 T


Most Popular
Features