MARKET DATA

Investor Kakap Taruhan US$760 Juta Harga Minyak Bakal Jatuh

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
20 April 2026 12:30
Kapal-kapal melewati Selat Hormuz pada 18 April 2026. (via REUTERS/EUROPEAN UNION/COPERNICUS SENTIN)
Foto: Kapal-kapal melewati Selat Hormuz pada 18 April 2026. (via REUTERS/EUROPEAN UNION/COPERNICUS SENTIN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor memasang taruhan senilai US$760 juta pada penurunan harga minyak sekitar 20 menit sebelum menteri luar negeri Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz pada hari Jumat. 

Pertaruhan besar tersebut dilakukan di tengah penantian pengumuman-pengumuman penting kala konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih berlangsung.

Mengutip Channel News Asia yang dikutip Senin (20/4/2026), transaksi besar yang dilakukan pada waktu yang tepat dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan anggota parlemen AS dan pakar hukum bahwa keputusan seputar perang dan diplomasi dapat memberikan keunggulan bagi beberapa pedagang di pasar derivatif yang volatil dan tidak transparan.

Melansir Reuters, berdasarkan data LSEG, para investor menjual total 7.990 lot kontrak berjangka minyak mentah Brent antara pukul 12.24 GMT dan 12.25 GMT. Sementara jika mengacu harga saat itu, transaksi tersebut bernilai sekitar US$760 juta.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan di akun X pada pukul 12:45 GMT bahwa jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata, sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon.

Pengumuman tersebut mendorong harga minyak mentah turun hingga 11% pada hari itu dalam beberapa menit berikutnya. Reuters melaporkan bahwa pada 7 April, transaksi senilai sekitar US$950 juta terjadi hanya beberapa jam sebelum AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.

Pada 23 Maret, investor menjual kontrak berjangka minyak senilai US$500 juta 15 menit sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang memicu penurunan harga minyak mentah sebesar 15%.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS kini sedang menyelidiki serangkaian perdagangan kontrak berjangka minyak, termasuk yang terjadi pada 23 Maret dan 7 April, yang dilakukan sesaat sebelum perubahan kebijakan besar oleh Trump terkait perang di Iran.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Investor Pasar Modal RI Tembus 20,36 Juta, Naik 36% di 2025


Most Popular
Features