MARKET DATA

Mau Jadi Bank Jumbo, BSI (BRIS) Siapkan Banyak Skenario

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
15 April 2026 07:25
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Senin (1/2). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) resmi beroperasi. Direktur Utama BRIS Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi ketiga bank BRIsyariah, BNI Syariah dan BSM telah dilaksanakan sejak Maret 2020 atau memakan waktu selama 11 bulan. "Nama BSI dipilih karena kami ingin BSI menjadi representasi Indonesia baik nasional maupun global. Logo merepresentasikan 5 sila Pancasila dan 5 rukun Islam," ujar Hery. Dia menjelaskan pada Desember 2020, BRIS memiliki total aset Rp 240 triliun dengan pembiayaan Rp 157 triliun. Bank ini mengelola dana pihak ketiga sebesar Rp 210 triliun dan modal inti Rp 22,6 triliun,. "Bank Syariah Indonesia punya lebih dari 1.000 kantor cabang dan 20 ribu karyawan. BSI akan jadi bank terbesar peringkat ke 7 berdasarkan total aset," ujar Hery "Kami sadar tugas kami bukan hanya gabungkan tiga bank ini, tetapi juga transformasi seperti perbaikan proses bisnis, risk management, sumber daya insansi dan penguatan teknologi digital.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) berbicara mengenai opsi-opsi untuk naik kelas ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) IV. Hal ini merupakan rencana jangka menengah perusahaan. 

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta mengatakan pemenuhan modal menjadi kunci untuk mencapai rencana tersebut. Untuk itu, BSI harus mengajukan rencananya terlebih dahulu ke pengendalinya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), agar sejalan.

"Kita kalau di medium term plan adalah untuk itu. Tapi kan di situ kuncinya kan aspek permodalan. Nah di konteks permodalan ya dengan kemudian kita sekarang di bawah Danantara segala macem, kemudian ya kita harus propose, jadi harus align dengan kemudian. Ya di plan kita adalah untuk kemudian menjadi jadi KBMI IV," terang Bob di BSI Tower, Selasa (14/4/2026).

Ia mengatakan BSI menyiapkan skema organik dan nonorganik dalam rencana naik kelas ke KBMI IV itu. Secara organik, bank syariah pelat merah akan melakukan penguatan modal dengan menumpuk perolehan keuntungan.

Di samping itu, Bob mengatakan BSI juga tak menutup opsi pertumbuhan secara non-organik dengan mengakuisisi bank lain. Kendati begitu, ia menyebut opsi itu tidak mudah dilakukan.

"Kalau anorganik, ada pemikirannya. Tapi beberapa plan waktu kita lima tahun pertama juga punya anorganik. Ternyata not that easy," ucap Bob.

Hal itu lantaran BSI perlu menyamakan rencananya dengan para induk perusahaan serta pengendali.

Lebih lanjut, Bob mengatakan pihaknya juga akan mempertimbangkan bila ada investor asing yang masuk.

Seperti diketahui, pemerintah dulu sempat memiliki rencana untuk divestasi saham BRIS. Pemerintah mencari investor dari Timur Tengah untuk menjadi investor strategis saham BRIS.

Bob mengatakan rencana itu belum jadi dilakukan. Berdasarkan pengalamannya, investor Timur Tengah biasanya ingin memegang peran yang dominan sebagai pemegang saham bank.

"Karena di point itu kalau kita pengalaman saya kalau ada investor dari timur tengah mereka maunya oke tapi dominant. Nah kita kan nggak juga. Tapi kalau memang ada investor rasanya mungkin kita juga meng-consider itu. Tapi memang harus lihat-lihat," pungkas Bob.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: BSI Berkomitmen Tingkatkan Kinerja & Perluas Layanan Bank Emas


Most Popular
Features