Video: Transisi Energi, Pipa Baja Rendah Karbon Asal RI Makin Eksis
Jakarta, CNBC Indonesia- Chief Strategy Officer PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) atau Spindo, Johanes Wahyudi Edward mengatakan dampak ketegangan politik Timur Tengah saat ini belum terlalu dirasakan oleh industri pipa baja yang tercermin dari masih stabilnya permintaan.
Namun, jika eskalasi melebar dan berlangsung lebih lama maka sektor hulu-hilir industri baja akan mengalami gangguan rantai pasok mengingat saat ini harga bahan baku sudah mengalami kenaikan hingga 20%.
Selain itu industri pipa baja masih mengalami sejumlah tantangan terkait daya beli konsumen di tengah tekanan ekonomi serta kenaikan harga bahan bakar Solar.
Dalam upaya menekan lonjakan biaya listrik dan mendorong keberlangsungan melalui pengurangan emisi karbon, industri pipa baju juga tengah berupaya memanfaatkan penggunaan energi bersih dari PLTS. Langkah ini bisa mengurangi biaya listrik PLN 10-15% meski saat ini komponen energi tidak besar di produksi pipa baja.
Seperti apa kondisi industri pipa baja di tengah gejolak global? bagaimana juga perkembangan produk baja rendah karbon? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Chief Strategy Officer PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) atau Spindo, Johanes Wahyudi Edward dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia, Jum'at (11/04/2026).