MARKET DATA

Bursa Asia Dibuka di Zona Hijau, Investor Cerna Ancaman Trump ke Iran

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
07 April 2026 08:33
papan saham elektronik yang menunjukkan kerugian awal indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas, Kamis, 3/4/2025 di Tokyo..(AP Photo/Shuji Kajiyama)
Foto: AP/Shuji Kajiyama

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Selasa, (7/4/2026) mengikuti kenaikan di Wall Street di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan konflik Iran. Investor juga mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi eskalasi konflik.

Melansir CNBC.com, Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam waktu kurang dari 24 jam. Meski demikian, ia juga memberi sinyal bahwa kepemimpinan Iran tengah melakukan negosiasi secara serius.

Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran membuka Selat Hormuz sebelum pukul 20.00 waktu setempat pada Selasa. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran dalam waktu empat jam jika tenggat tersebut tidak dipenuhi.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran sedang mempertimbangkan kerangka kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima minggu. Namun, Teheran menolak tekanan Washington untuk segera membuka Selat Hormuz dalam skema gencatan senjata sementara dan tetap menuntut penghentian perang secara permanen.

Iran juga menolak proposal gencatan senjata dari AS dan mengajukan 10 poin usulan tandingan, termasuk penghentian permusuhan di kawasan, jaminan jalur aman di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta rekonstruksi. Menanggapi hal tersebut, Trump menyebut proposal Iran sebagai langkah signifikan, namun belum cukup untuk mencapai kesepakatan.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah menguat seiring ketegangan geopolitik yang masih tinggi. Kontrak berjangka West Texas Intermediate naik 0,7% ke US$113,25 per barel, sementara Brent menguat 0,68% ke US$109,77 per barel.

Dari pasar saham, indeks Australia S&P/ASX 200 melonjak 2,3% memimpin penguatan di kawasan. Indeks Jepang Nikkei 225 naik 0,26% dan Topix bertambah 0,23%, sementara Korea Selatan Kospi menguat 1,5% dan Kosdaq naik 0,85%.

Adapun pasar Hong Kong masih tutup pada Selasa karena libur Paskah. Sementara itu, pergerakan kontrak berjangka di Wall Street cenderung bervariasi menjelang pembukaan perdagangan.

Futures S&P 500 relatif tidak berubah dan Nasdaq 100 turun sekitar 0,2%. Sedangkan Dow Jones Industrial Average futures naik 48 poin atau 0,1%, setelah pada perdagangan reguler sebelumnya S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq Composite menguat 0,54%, dan Dow Jones bertambah 165,21 poin atau 0,36%.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Kasih Sinyal Akhir Perang Iran, Bursa Asia Menghijau


Most Popular
Features