Video

Video: Hadapi Isu Domestik & Timur Tengah, Rupiah Kuat Lawan Dolar AS?

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
06 April 2026 10:01

Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks harga saham gabungan membuka perdagangan Senin, 6 April 2026 di Zona merah dan melemah lebih dari 1% ke level 6.934 dengan Rupiah menguat tipis namun masih berada di posisi Rp 16.985 per Dolar AS.

Menilik pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.000 per Dolar AS di pekan kemarin, Economist CNBC Indonesia, Maesaroh menyebutkan mata Uang Garuda terdepresiasi sejalan dengan menguatnya Dolar indeks di tengah perang Timur Tengah yang mengerek harga minyak global.

Dari dalam negeri, sentimen terkait kekhawatiran investor terhadap kondisi APBN dan pengelolaan APBN serta risiko melebarnya defisit fiskal. Dimana kenaikan harga minyak dunia yang tidak dikompensasi pada kenaikan harga BBM subsidi akan membuat beban subsidi di APBN meningkat.

Seperti apa analisa pergerakan mata uang Garuda? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan Economist CNBC Indonesia, Maesaroh dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 06/04/2026)