MARKET DATA

Pasar Sambut Jurus Prabowo Redam Dampak Perang, IHSG Naik 2%!

mkh,  CNBC Indonesia
01 April 2026 09:21
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pagi ini, Rabu (1/4/2026). Investor menyambut baik sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah dari Presiden RI Prabowo Subianto. 

Per pukul 09.16 WIB, IHSG sudah naik nyaris 2% ke level 7.186,66. Sebanyak 489 saham naik, 140 turun, dan 329 belum bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 2,39 triliun, melibatkan 4,15 miliar saham dalam 266.600 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkerek naik menjadi 12.625 triliun. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi mengumumkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah, yang memengaruhi gejolak harga energi dunia.

Di antaranya adalah pemberlakuan work from home atau WFH satu kali dalam sepekan untuk ASN, yakni hari Jumat, penghematan BBM, refocusing anggaran serta perubahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan delapan poin kebijakan ini merupakan langkah mitigasi terhadap dinamika global sekaligus momentum langkah transformasi dan perubahan.

"Program kebijakan ini disebut dengan 8 Butir Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi Pemerintah," ucap Airlangga saat konferensi pers secara live dari Seoul pada Selasa (30/3/2026).

Program ini akan efektif berlaku pada 1 April 2026. Berikut beberapa program tersebut:




Adapun mengutip Refinitiv, saham perbankan menjadi penggerak utama indeks. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 12,58 poin, Bank Central Asia (BBCA) 11,85 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) 6,99 poin. Secara keseluruhan saham-saham bank besar hari ini berada di zona hijau. 

Di kawasan, bursa Asia-Pasifik juga bangkit setelah beberapa hari terakhir terseok. Sentimen positif ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan penarikan pasukan dalam waktu dekat.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan hampir 5% pada awal perdagangan. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga naik 4,13%, didorong oleh lonjakan ekspor Korea Selatan pada Maret sebesar 48,3% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 3,51% dan Topix naik 3,17%. Sentimen positif juga datang dari survei Tankan yang dirilis oleh Bank of Japan.

Kendati demikian, pasar juga masih dibayangi tantangan dari sektor energi. Pemerintah memang memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belum naik per 1 April 2026 dan pasokan energi domestik tetap aman, tetapi gejolak harga energi global akibat perang di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa (31/3/2026) menegaskan bahwa pemerintah belum akan menaikkan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026.

"Terkait dengan urusan BBM Pertadex atau solar kualitas tinggi belum ada penyesuaian harga dan apa yang disampaikan Mensesneg itu sama tidak kurang dan tidak lebih. Tentu dengan fluktuasi harga dunia kami juga akan kaji sesuai perkembangan dunia," kata Bahlil dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan pasokan energi domestik masih dalam kondisi aman. Dia menyebut cadangan BBM, baik solar, bensin, avtur, maupun LPG, saat ini berada di atas standar minimum nasional.

"Artinya sekalipun kita tahu ketegangan geopolitik belum tahu kapan selesai, dan beberapa negara lain telah ada kebijakan untuk efisiensi. Kita bersyukur atas petunjuk presiden cadangan BBM kita semua di atas standar minimum nasional," ujarnya.

Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah telah memperoleh sumber pengganti impor minyak dan LPG yang sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Menurut dia, langkah ini dilakukan untuk memastikan gejolak di kawasan tersebut tidak langsung mengganggu kebutuhan energi nasional.

"Ketika ketegangan Timur Tengah, kita mengganti dari middle east. Alhamdulillah sudah dapat, tidak ada keraguan lagi. Kita sudah dapat," tegas Bahlil.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Cetak Rekor Baru, Asing Sibuk Jualan Saham Ini


Most Popular
Features