MARKET DATA

Baru 2 Tahun Sudah Terbang 65.000%, Investor Saham Inidi-Warning

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
24 March 2026 10:40
bursa saham asia
Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten semikonduktor asal India yakni RRP Semiconductor belakangan viral karena kenaikan harganya yang sangat fantastis, di mana kurang dari tiga tahun, kenaikannya sudah mencapai 65.000%.

Melansir India Today, pada awal 2024, saham RPP Semiconductor diperdagangkan di kisaran Rs 15 atau sekitar Rp2.800 (Rp187/Rupee India-Rs), dan diabaikan oleh investor. Namun, per Senin (23/3/2026), nilainya melonjak menjadi Rs 9.834,7 atau setara Rp1,8 juta, mencatat kenaikan fantastis lebih dari 65.000%, tepatnya mencapai 65.465%.

Saat itu, apa yang awalnya tampak sebagai durian runtuh bagi investor, kini berubah menjadi kisah peringatan paling ramai dibicarakan di Dalal Street. Dalam waktu hanya 18 bulan, kapitalisasi pasar RRP melonjak dari nyaris nol menjadi lebih dari Rs 12.750 crore atau sekitar Rp23,8 triliun di Bursa Efek Bombay (BSE).

Gabungan antara hype online, jumlah saham yang beredar yang sangat kecil, dengan basis investor ritel India yang terus berkembang mendorong 149 sesi berturut-turut dengan kenaikan harga saham hingga batas atas, meskipun pejabat bursa dan perusahaan sendiri telah memperingatkan investor.

Lonjakan ini sempat menyita perhatian komunitas investor India, dengan media sosial dan forum daring membahasnya tanpa henti. Investor ritel bahkan menjulukinya sebagai "NVIDIA-nya India", menilai RRP sebagai bintang baru industri semikonduktor.

Namun, tidak semua pihak yakin dengan euforia tersebut. BSE menilai kenaikan harga saham RRP "tidak sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan."

Menurut bursa, kenaikan setinggi itu tidak dapat dibenarkan oleh laba maupun performa bisnis perseroan. Untuk menekan spekulasi dan volatilitas ekstrem, BSE pun menempatkan saham RRP dalam pengawasan ketat Enhanced Surveillance Measures (ESM).

Langkah ini mencakup pelarangan perdagangan intraday, kewajiban margin 100%, serta pembatasan pergerakan harga harian hingga 2%. Dengan kata lain, saham RRP praktis "dikunci" dari pergerakan liar di pasar.

COO Tradejini, Trivesh D, menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan menekan volatilitas dan memastikan transparansi harga.

"Langkah ini membantu penemuan harga yang wajar dan mencegah spekulasi berlebihan," kata Trivesh, dikutip dari India Today, Selasa (24/3/2026).

"Kenaikan harga saham lebih disebabkan oleh likuiditas terbatas dan konsentrasi investor tinggi, bukan karena perubahan fundamental perusahaan," tambahnya.

Analis pun menemukan sejumlah kejanggalan. Kepemilikan pemegang saham utama hanya 1,27%, rasio harga terhadap nilai buku mencapai 700 kali, dan struktur tata kelola perusahaan dinilai lemah.

Pergantian manajemen yang sering, transparansi audit rendah, serta perbedaan antara laba dan pembayaran pajak menjadi tanda bahaya. Beberapa penyelidik independen juga menemukan banyak piutang perusahaan yang belum tertagih selama berbulan-bulan, pola yang sering muncul dalam skema pump and dump.

RRP Semiconductor sendiri berbasis di Maharashtra dan mengklaim menjadi pelopor industri semikonduktor India. Perusahaan ini fokus pada layanan Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT), terutama pada teknologi kemasan chip presisi tinggi seperti Quad Flat No-Lead (QFN).

Produk RRP digunakan di berbagai sektor seperti perangkat IoT, otomotif, medis, dan elektronik industri. Perusahaan juga menjadi yang pertama mengekspor semikonduktor kemasan dari India di bawah program India Semiconductor Mission, dengan nilai ekspor mencapai Rs 6,51 crore atau sekitar Rp12,2 miliar ke Eropa.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saham Lagi Naik Kencang, Diam-Diam Ada Transaksi Jumbo Harga Diskon


Most Popular
Features