Prabowo Mau RoA Tembus 5%: Pimpinan Danantara, Sasaranmu Masih Jauh!
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mematok Return on Asset (RoA) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di atas 5%. Bahkan menurut Prabowo perusahaan baik adalah yang memiliki RoA minimal 10%.
Prabowo mengatakan bahwa saat ini Return on Asset dari Danantara ini sudah meningkat 300% dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi hal itu masih jauh dari target yang diharapkan.
"Ini masih jauh dari sasaran kita. Saudara-saudara, perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10%. Kalau yang bagus 12%, yang hebat 15%. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10%. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," kata Prabowo, Tasyakuran 1 Tahun Danantara, Rabu (11/3/2026).
Prabowo mengatakan bahwa ROA yang dihasilkan Danantara saat ini baru 5%, dan masih jauh dari target. Pasalnya dari aset BUMN yang bernilai hingga US$ 1.000 triliun itu, BUMN seharusnya memberikan ROA hingga US$ 50 miliar.
"Kalau hanya 5% Return on Asset berarti Danantara harus kembalikan ke negara US$ 50 miliar tiap tahun, US$ 50 miliar adalah Rp 800 triliun. Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," kata Prabowo.
"Tapi tidak mengapa, saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa, karena itu dalam tahun pertama saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi Saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5% minimal kembali ke negara, US$ 50 miliar minimal," tambahnya.
Dalam kesempatan itu Prabowo juga mengaku mendapat laporan positif terkait kinerja Danantara sepanjang tahun 2025 .
"Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik. Dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini. Bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen," ujar Prabowo.
"Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan ternyata saya baru tahu bukan 250, 1000 perusahaan lebih. Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia, satu manajemen bisa mengelola 1000 entitas," lanjut ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut.
source on Google [Gambas:Video CNBC]