MARKET DATA

Breaking News! IHSG Lompat 2% di Lima Menit Awal Perdagangan

mkh,  CNBC Indonesia
10 March 2026 09:08
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan. Dalam lima menit perdagangan awal, IHSG naik 146,53 poin atau 2% ke level 7.483,90. 

Sebelumnya IHSG juga dibuka dengan posisi yang cukup kuat, yakni naik 1,69%. 

Per pukul 09.05 WIB, sebanyak 479 saham naik, 108 turun, dan 371 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 1,68 triliun, melibatkan 2,77 miliar saham dalam 144.600 kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 13.413 triliun. 

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan kemarin, Senin (9/3/2026). IHSG terpantau sempat menyentuh level terendah minus -5,2% ke level 7.156, namun memangkas koreksi menjadi -3,27% atau anjlok 248 poin ke level 7.337,37.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan pasar modal Tanah Air masih dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global akibat gangguan besar pada produksi dan pasokan minyak dari Selat Hormuz.

Hal senada juga dikatakan oleh Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia mengatakan, koreksi dari IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia yang terkoreksi.

"Kami memperkirakan dengan adanya eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampak dari penutupan Selat Hormuz masih menjadi sentimen," ungkapnya.

Sementara itu harga minyak turun pada perdagangan Senin (9/3/2026) setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz, jalur sempit paling penting di dunia bagi perdagangan minyak mentah.

Harga minyak mentah AS (WTI) ditutup di posisi US$ 94,77 per barel atau naik 4,3% sementara harga minyak brent di posisi US$ 98,96 atau melonjak 6,8%.

Kendati melonjak, harga penutupan jauh lebih rendah dibandingkan intraday di mana WTI sempat menyentuh US$ 119 per barel.

Trump mengatakan kepada CBS News melalui percakapan telepon bahwa kapal-kapal sudah mulai kembali bergerak melewati Selat Hormuz. Presiden AS tersebut juga menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengambil alihnya. Ia juga mengindikasikan bahwa perang kemungkinan akan segera berakhir.

Selain itu, Trump juga mempertimbangkan mengurangi sanksi minyak terhadap Rusia untuk membantu menurunkan harga minyak mentah.

Menurut Matt Smith, analis minyak di perusahaan konsultan energi Kpler, saat ini hanya segelintir kapal komersial yang masih bergerak melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, patokan global Brent sebelumnya melonjak 6,76% dan ditutup di US$98,96 per barel, setelah sempat mencapai US$119,50 pada sesi perdagangan yang sama. Ini merupakan pertama kalinya harga minyak menembus US$100 per barel sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Sesi 1 Ditutup Melesat 1,6%, 556 Saham Naik


Most Popular
Features