MARKET DATA

Grup Bakrie (BNBR) Beri Sinyal Pembagian Dividen Tahun Ini

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
27 February 2026 19:05
A company logo of Bakrie and Brothers is seen at its front office in Jakarta October 7, 2008. The Indonesia Stock Exchange suspended trading on Tuesday in shares of six firms controlled by the family of chief social welfare minister Aburizal Bakrie, including coal miner Bumi Resources Tbk. Erry Firmansyah, the president director of the stock exchange, said via a mobile phone text message that the bourse had suspended trading pending clarification from the companies on a number of issues.  REUTERS/Dadang Tri   (INDONESIA)
Foto: REUTERS/Dadang Tri/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Group bisnis Keluarga Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) memberi sinyal akan membagikan dividen tahun ini. Direktur Utama BNBR, Anindya Bakrie mengatakan perusahaan sudah memiliki ruang untuk menebar dividen.

Sebab, BNBR sudah tuntas melakukan proses kuasi reorganisasi pada tahun 2024 dan neraca perusahaan sudah positif, sehingga memiliki ruang untuk melakukan pembagian dividen.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Anin itu mengatakan kebijakan itu akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun ini. Kemudian ia menekankan pentingnya stabilitas dan pertumbuhan BNBR bagi para investor.

"Dividen nanti tunggu tentunya RUPS 2026 untuk [tahun buku] 2025. Tapi yang paling menarik ialah justru animo daripada pasar menginginkan stability, butuh juga growth," ujar Anin usai RUPSLB BNBR di Bakrie Tower, Jumat (27/2/2026).

Pada kesempatan yang sama, Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menegaskan pihaknya memiliki ruang untuk melakukan pembagian dividen, tetapi perlu melakukan penyusunan secara internal.

"Jadi secara teknis kita sudah bisa membagikan dividen, memang tapi secara internal nanti kita akan perlu disusun," tuturnya.

Sementara itu, BNBR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,74 triliun sepanjang 2025. Angka itu turun 3,28% secara year on year (yoy) dari setahun sebelumnya.

Walau demikian, BNBR mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 49,6% yoy menjadi Rp502,74 miliar pada tahun 2025, dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp336,04 miliar.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,18 triliun, diikuti dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp 464,21 miliar.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: IHSG Pertahankan Level 8.400, Saham Mana Yang Jadi Incaran?


Most Popular
Features