MARKET DATA

Bakrie & Brothers (BNBR) Mau Rights Issue Jumbo, Duitnya Buat Ini

ayh,  CNBC Indonesia
26 February 2026 09:50
A company logo of Bakrie and Brothers is seen at its front office in Jakarta October 7, 2008. The Indonesia Stock Exchange suspended trading on Tuesday in shares of six firms controlled by the family of chief social welfare minister Aburizal Bakrie, including coal miner Bumi Resources Tbk. Erry Firmansyah, the president director of the stock exchange, said via a mobile phone text message that the bourse had suspended trading pending clarification from the companies on a number of issues.  REUTERS/Dadang Tri   (INDONESIA)
Foto: REUTERS/Dadang Tri/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten holding Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip Kamis (25/2/2026) menyatakan, rights issue tersebut akan dimintakan persetujuan melalui RUPSLB pada 27 Februari 2026. Untuk diketahui, penerbitan saham baru bernominal Rp12 per saham akan digunakan untuk pembayaran kewajiban Perseroan dan anak usaha, sekaligus mendukung modal kerja dan pengembangan bisnis, termasuk optimalisasi aset jalan tol PT Cimanggis Cibitung Tollways.

Manajemen menyebut PMHMETD diperlukan untuk memperbaiki struktur permodalan pasca pengambilalihan aset strategis.

"Setelah aksi ini, rasio pinjaman terhadap total aset diproyeksikan turun dari 84,28% menjadi 67,9%, sementara rasio utang terhadap ekuitas turun signifikan dari 536,02% menjadi 211,57%," tulis manajemen BNBR dalam keterbukaan informasi tersebut.

Meski memperkuat neraca, aksi ini menjadi perhatian investor karena jumlah saham beredar akan meningkat signifikan. Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33% setelah rights issue direalisasikan.

Sedangkan, ketentuan final terkait harga pelaksanaan dan jumlah saham yang diterbitkan akan ditetapkan dalam prospektus setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh menerbitkan hingga 90 miliar saham baru Seri E. Aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33 %. Manajemen OJK

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Emiten Aguan (PANI) Rights Issue, Bakal Raup Duit Rp16,7 Triliun


Most Popular
Features