MARKET DATA

Kebiasaan Warga RI yang Keliatan Keren, Tapi Bikin Miskin!

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
16 February 2026 12:40
Ilustrasi teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak duduk di bangku sekolah, banyak orang sudah dibiasakan menyisihkan uang sebagai bentuk kehati-hatian finansial. Menabung juga dipandang sebagai langkah aman untuk masa depan.

Namun, pandangan itu tidak sepenuhnya sejalan dengan pemikiran investor Indonesia, Lo Kheng Hong.

Menurutnya, terlalu lama menyimpan dana di tabungan justru bisa membuat nilai kekayaan tergerus secara perlahan. Dia menilai, uang yang hanya "diam" di bank berisiko kalah oleh inflasi dan tidak berkembang secara optimal.

Hal itu tentu bertolak belakang dengan keyakinan banyak orang yang menganggap menabung sebagai strategi utama untuk mencapai kestabilan keuangan.

"Menyimpan uang di bank sebetulnya membuat kita miskin secara pelan-pelan karena nilai uang kita semakin hari semakin turun," kata Lo Kheng Hong saat menjadi pembicara di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE).

Selain kebiasaan menabung tanpa berinvestasi, Lo Kheng Hong menganggap, membeli obligasi atau surat utang juga bukan pilihannya dalam mengelola keuangan. Sebab, bunga dari hasil pembelian surat utang atau obligasi itu ia anggap kecil.

"Saya juga tidak membeli emas," kata Lo Kheng Hong.

Lo Kheng Hong hanya tertarik membeli saham karena terbukti membuatnya kaya dan memiliki harta ratusan miliar. Dia pernah cuan besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham.

Dia mengungkapkan alasan utama yang membuat dirinya berinvestasi saham, khususnya di Indonesia. "Bursa saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama di dunia bagi investor jangka panjang. Sudah terbukti! Saya bersyukur saya ada di dalamnya," kata Lo Kheng Hong.

Hingga saat ini, kata Lo Kheng Hong, hampir 99% masyarakat Indonesia tidak percaya kalau investasi saham adalah pilihan terbaik. Masyarakat lebih menempatkan uang di bank atau dibelikan properti, dibanding beli saham.

Lo Kheng Hong merupakan orang yang sangat teliti dan bisa menghabiskan waktu lama membaca laporan keuangan. Usaha yang dilakukan Lo dalam meneliti laporan keuangan menunjukkan tidak sembarangan dalam memilih saham untuk investasi.

Pada 1998, Lo Kheng Hong membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Saat itu laba bersih UNTR minus Rp 1 triliun. Akan tetapi pendapatan perusahaan sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun dengan laba operasional sekitar Rp 1 triliun. Lo menilai laba bersih tersebut minus karena kurs.

Ini merupakan momentum awal dari kesuksesan Lo Kheng Hong sebagai investor saham. Cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Robert Kiyosaki Ungkap Orang Jadi Miskin Karena 2 Hukum Uang Ini


Most Popular
Features