MARKET DATA

Danantara Terapkan 3 Model Ini Untuk Pangkas BUMN Jadi 300

Verda Nano Setiawan ,  CNBC Indonesia
12 February 2026 19:20
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perombakan besar-besaran terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun, pada tahun ini, jumlah anak hingga cucu usaha BUMN akan dipangkas dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas.

COO BPI Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa proses streamlining tersebut dilakukan melalui tiga model utama, salah satunya adalah divestasi terhadap bisnis non-core.

"Ada tiga model yang kita lakukan, yang pertama ada yang divestasi, saya setuju dengan tadi yang disampaikan memang kalau itu bisnis yang non-core," kata Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).

Dony mengungkapkan sejumlah contoh divestasi yang akan dilakukan. Misalnya di sektor karya, terdapat perusahaan air yang akan dilepas karena dinilai bukan bisnis inti dan skalanya tidak cukup besar.

Berikutnya, perusahaan fiber optik milik PT PP juga akan didivestasi. Lalu ada juga Gesits, perusahaan yang sebelumnya diakuisisi oleh WIKA dan kini berada di bawah IBC juga masuk daftar divestasi. Tak hanya itu, unit travel agent milik Pertamina juga akan didivestasi.

"Jadi banyak perusahaan-perusahaan hasil mapping kami yang memang ini non-core itu akan kita divestasi, karena dulu pada basicnya BUMN itu masuk di semua hal, mulai dari besar sampai yang sangat kecil, akibatnya swastanya tidak kebagian," katanya.

Selain divestasi, pihaknya juga melakukan penataan ulang model bisnis BUMN agar lebih efisien. Salah satu contohnya adalah peninjauan ulang model bisnis PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Dony memastikan mulai tahun ini PGN tidak lagi diperkenankan bermain di sektor hulu. PGN akan fokus hanya pada sektor midstream dan downstream.

"Tugas mereka adalah menyalurkan gas sampai ke rumah-rumah, karena itu kita akan trial mulai di Batam, Batam kita akan melakukan pipanisasi ke seluruh rumah gas. Karena kita maunya PGN itu menjadi perusahaan gas negara yaitu untuk mendistribusikan gas," ujarnya.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 1.046 BUMN Akan Dirampingkan, Tinggal 200-400 yang Bertahan


Most Popular
Features