MARKET DATA

Pede Rupiah Bakal Terus Menguat, BI Kasih Jaminan!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
10 February 2026 11:30
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan kepada para pelaku pasar keuangan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan terus menguat ke depannya.

Ia bahkan telah memberikan jaminan kepada para pelaku pasar keuangan dalam bentuk pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dari waktu ke waktu ke depannya. Pada kuartal IV-2025, ekonomi Indonesia memang mampu tumbuh 5,39%, menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

"Jaminannya ekonomi tumbuh dan sustain," kata Destry dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Melansir data Refinitiv rupiah memang telah dibuka pada posisi Rp16.770/US$ atau mengalami apresiasi sebesar 0,15%. Setelah di perdagangan sebelumnya rupiah berhasil mematahkan tren pelemahannya dengan ditutup menguat 0,39% di level Rp16.795/US$.

Penguatan itu terjadi saat indeks dolar AS, yakni DXY per pukul 09.00 WIB bahkan terpantau menguat tipis 0,10% di level 96,964 meski pada perdagangan sebelumnya sempat melemah 0,83%.

Dengan catatan itu, Destry memastikan, BI akan terus di pasar keuangan untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak stabil sesuai kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, seperti pertumbuhan ekonomi makin cepat dengan tekanan inflasi yang terkendali.

"Karena kita ingin kuat bersama dengan industri, pro market. Kita ajak semua industri support rupiah," tutur Destry.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Ke Rp16.725


Most Popular
Features