BSI (BRIS) Siap Rilis Simpanan Emas Akhir Februari 2026
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menyiapkan sejumlah produk bullion bank baru.
Di bulan ini, bank syariah terbesar RI itu akan mulai menjalankan produk simpanan emas. Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam tahap akhir yang berkaitan dengan pencatatan, pelaporan, dan lain sebagainya, untuk menjalankan produk simpanan emas.
"Jadi mohon doanya ini tinggal persiapan akhir ya, terkait dengan pencatatan, pelaporan dan sebagainya, karena kaitan dengan pihak ketiga juga. Mudah-mudahan di akhir Februari ini kita sudah mulai bisa rilis untuk produk yang simpanan emas," kata Anton saat paparan kinerja BSI tahun 2025 secara virtual, Jumat (6/2/2026).
Setelahnya, BSI akan mempersiapkan pengajuan izin untuk produk pembiayaan emas. Namun, Anton tidak mengungkap lebih detil kapan rencana meluncurkan produk pembiayaan emas itu.
"Nah mudah-mudahan kalau misalnya nanti hasil laporan kajian kita cukup visible, benar-benar risikonya bisa kita manage baik, market yang sudah bisa kita create, insya Allah kita akan segera ajukan izin untuk pembiayaan emas," tuturnya.
Selain itu, BSI juga sedang mempersiapkan berbagai produk turunan dari bisnis bullion bank. Anton mengatakan sedang mengajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuat gadai e-mas, dan cicil e-mas untuk nasabah ritel.
Lebih lanjut, BSI juga sedang mempersiapkan produk tabungan emas wholesale.
"Karena ini ada permintaan dari market terkait dengan kebutuhan emas untuk nasabah-nasabah wholesale. Jadi mohon doanya, insya Allah kita banyak hal yang kita sedang kerjakan terkait dengan bullion banking kita, dan mudah-mudahan di tahun 2026 ini banyak apa kita create produk baru yang bisa kita release ke market," jelas Anton.
Adapun saat ini BSI sudah punya 3 izin untuk produk dasar, dari empat produk dasar yang ada dalam POJK Nomor 17 terkait bullion bank, yaitu izin jual-beli, izin penitipan, dan izin simpanan.
Sementara itu, bisnis bullion BSI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang cukup baik, dari mulai pertumbuhan customer base, dan juga bisnisnya. Anton memaparkan nasabah emas di BSI sudah mencapai 640 ribu. Sementara nasabah yang murni dari produk bullion bank ada 530 ribu nasabah.
Untuk yang bisnis emas-cicil emas, dan gadai emas yang non-bullion bank, naik 78,60% year-on-year (yoy), dengan volume mencapai Rp22,90 triliun. Anton merincikan itu terdiri dari Rp12,89 triliun untuk cicil emas, dan Rp10,02 triliun untuk gadai emas.
(mkh/mkh)[Gambas:Video CNBC]