Video: Pengusaha Otomotif: Butuh Ekonomi 6% Agar Penjualan Mobil Naik
Jakarta, CNBC Indonesia-Penurunan daya beli, masih tingginya suku bunga kredit di tengah ketidakpastian masih menjadi tantangan industri otomotif di sepanjang tahun 2025.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pada 2025 penjualan mobil di Indonesia turun hingga 7,2% (yoy) menjadi 803.687 unit penjualan secara wholesale atau retail sales sebesar 833.692 unit atau merosot 6,3 (yoy).
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara mengatakan tren penjualan mobil Tanah Air telah mengalami pertumbuhan yang cenderung stagnan sejak 2013 di angka 1-1,2 juta unit bahkan dalam 2 tahun belakangan turun di bawah angka 1 juta unit.
Diharapkan target pertumbuhan ekonomi pemerintah RI yang akan digenjot hingga 6% di 2026 menjadi sentimen yang dapat mengerek kembali penjualan otomotif namun jika masih di kisaran 5% maka pertumbuhan masih sulit dicapai. Selain itu momen lebaran Idul Fitri dan Imlek bisa menjadi pendongkrak penjualan mobil di awal tahun.
Kukuh juga menyebutkan selain persoalan daya beli ada sejumlah persoalan yang menekan penjualan mobil RI, salah satunya terkait penguatan daya saing terhadap mobil impor . Sementara terkait mobil listrik (electric vehicle) masih menghadapi tantangan terkait infrastruktur pendukung seperti charging station yang masih terkonsentrasi di kota besar seperti Jakarta.
Selengkapnya saksikan dialog Bunga Cinka dengan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara dalam Manufacture Check,CNB CIndonesia (Selasa, 03/02/2026)