Dana Asing Deras Masuk ke Bursa Malaysia Usai RI Kena Vonis MSCI
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Malaysia dinilai berpeluang mencatatkan arus masuk dana asing bersih pada 2026, seiring kekhawatiran MSCI Inc terhadap aspek investabilitas saham-saham Indonesia yang berpotensi mendorong peralihan dana investor global ke bursa lain di kawasan.
Sejumlah manajer investasi dan analis menilai tekanan arus keluar dari pasar saham Indonesia dapat memberikan dampak limpahan positif bagi pasar modal Malaysia. Sentimen tersebut menguat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,4% dalam satu hari, menjadi penurunan harian terdalam dalam lebih dari sembilan bulan, usai MSCI menyoroti persoalan mendasar terkait free float atau jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar.
Kekhawatiran MSCI terhadap struktur kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi mendorong penyedia indeks global tersebut untuk menangguhkan sejumlah perubahan indeks, termasuk rencana penambahan saham, hingga regulator terkait menyelesaikan isu tersebut.
Jika persoalan transparansi tidak ditangani, Indonesia berisiko mengalami pengurangan bobot dalam MSCI Emerging Markets Index atau bahkan diturunkan statusnya menjadi pasar frontier, yang berpotensi memicu aksi jual dari dana investasi berbasis indeks.
Di tengah kondisi tersebut, pasar saham Malaysia dinilai memiliki peluang untuk kembali menarik minat investor asing, didukung oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan kinerja laba korporasi. Areca Capital Sdn Bhd CEO Danny Wong mengatakan kepada The Edge bahwa pasar ekuitas Malaysia berpotensi mencatat arus masuk dana asing bersih pada 2026, sekaligus mengakhiri periode panjang arus keluar modal.
Pada 2025, Malaysia mencatat arus keluar dana asing bersih yang cukup besar, mencapai RM22,3 miliar. Namun, kinerja pasar yang tertinggal pada tahun lalu, proyeksi pertumbuhan laba perusahaan, serta valuasi saham yang berada di bawah rata-rata historis mendorong analis memperkirakan terjadinya pembalikan arus dana pada tahun ini.
Dalam tiga pekan terakhir, investor asing tercatat terus melakukan pembelian bersih di pasar saham Malaysia. Hingga 27 Januari 2026, arus masuk dana asing secara kumulatif mencapai RM1,47 miliar.
Malacca Securities head of research Loui Low menambahkan bahwa penguatan ringgit turut menjadi sinyal meningkatnya minat investor asing. "Oleh karena itu, mereka mungkin sedang memposisikan diri untuk pertumbuhan lebih lanjut," ujarnya.
Kinerja indeks acuan Malaysia juga menunjukkan awal tahun yang kuat. Indeks FBM KLCI telah menguat lebih dari 4% dalam waktu kurang dari satu bulan, melampaui capaian sepanjang 2025 yang hanya naik 2,3%. Meski pada perdagangan Rabu indeks ditutup melemah 0,83% ke level 1.756,49, pergerakan tersebut belum mengubah optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar saham Malaysia sepanjang 2026.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]