CLOSE AD
MARKET DATA

Rupiah Lanjut Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.780

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
30 January 2026 15:03
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (30/1/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp16.780/US$ atau melemah 0,21%. Pelemahan ini memperpanjang koreksi rupiah setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya juga berada dalam tekanan.

Sepanjang perdagangan, rupiah sudah bergerak di zona pelemahan sejak pembukaan. Rupiah dibuka di posisi Rp16.775/US$ atau melemah 0,18%, kemudian tekanan berlanjut hingga sempat menyentuh Rp16.810/US$ sebelum pelemahan sedikit berkurang menjelang penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,23% ke level 96,506.

Pelemahan rupiah hari ini terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Hal ini tercermin dari pergerakan DXY yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia yang tengah menguat. Artinya pelaku pasar cenderung kembali masuk ke aset berdenominasi dolar yang pada akhirnya memberikanya pengaruh negatif bagi pergerakan nilai tukar emerging markets termasuk rupiah.

Greenback mendapat dorongan setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Federal Reserve berikutnya. Laporan tersebut ikut mengangkat sentimen dolar karena pasar menilai penunjukan mantan pejabat internal The Fed dapat memberi harapan bahwa independensi bank sentral masih akan dijaga.

Dari dalam negeri, tekanan pada rupiah juga dinilai masih berpotensi datang dari arus keluar dana asing di pasar saham.

Tim riset Mega Capital Sekuritas menilai depresiasi nilai tukar belakangan ini masih dipicu outflow dari IHSG akibat kejutan MSCI yang mencapai Rp5,11 triliun. Mega Capital memperkirakan rupiah masih bergerak dalam rentang Rp15.750-Rp15.850 per US$ pada perdagangan hari ini, meski pelemahan indeks dolar berlanjut tadi malam.

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Menutup Pekan Naik Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.625


Most Popular
Features