CLOSE AD
MARKET DATA

Harga Emas Terjun Lalu Bangkit, Tanda Apa?

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
30 January 2026 08:30
Ini 8 Perusahaan RI Punya “Gudang” Emas Terbesar, Siapa Jadi Raja?
Foto: infografis/Ini 8 Perusahaan RI Punya “Gudang” Emas Terbesar, Siapa Jadi Raja?/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia — Harga emas sempat turun ke level US$5.100 per troy ons sebelum bangkit kembali. Investor kompak mengambil keuntungan setelah mencapai rekor tertinggi. 

Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), harga emas dunia turun 0,08% di level US$5.394,88 per troy ons. Pada perdagangan intraday harga emas sempat menyentuh level tertinggi US$5.594,82, kemudian dibanting hingga jatuh 4% dan menyentuh level terendah US$5.109,62 per troy ons.

Pada perdagangan hari ini Jumat (30/1/2026) hingga pukul 06.17 WIB, harga emas dunia di pasar spot kembali menguat 0,30% di posisi US$5.409,64 per troy ons.

Harga emas turun pada perdagangan Kamis karena investor mengambil keuntungan setelah mencapai rekor tertinggi, namun harga tetap berada di jalur untuk bulan terbaik sejak tahun 1980-an di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

"Kita melihat aksi jual dramatis setelah logam mulia mencapai rekor tertinggi baru-baru ini," ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, mengutip CNBC.com, Jumat (30/1/2026).

Namun, harga emas spot masih naik sekitar 24% untuk bulan ini dan 7% sejauh minggu ini.

UBS pada hari Kamis menaikkan perkiraan harga emasnya menjadi US$6.200 per troy ons untuk tiga kuartal pertama tahun ini, sementara memproyeksikan penurunan menjadi US$5.900 per troy ons pada akhir tahun 2026.

Dari uang kripto hingga bank sentral, permintaan emas semakin meluas karena "logam mulia sedang menjadi sorotan dan investor selalu ingin berinvestasi di tempat yang menawarkan keuntungan tinggi," ujar direktur pelaksana GoldSilver Central, Brian Lan.

Menambah ketidakpastian geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mendesak Iran untuk menegosiasikan kesepakatan nuklir, sementara Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya.

Pada hari Rabu, CEO grup kripto Tether mengatakan pihaknya berencana untuk mengalokasikan 10%-15% dari portofolio investasinya ke emas fisik, sementara dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, mencatat kepemilikan tertinggi dalam hampir 4 tahun.

Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu, karena investor menunggu pengumuman Trump tentang pengganti ketua bank sentral Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada bulan Mei. Pasar memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga lagi pada bulan Juni.

Sama halnya dengan harga perak yang sempat ambruk usai mencapai rekor tertinggi baru.

Harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), turun 0,39% di level US$116,12 per troy ons. Pada perdagangan intraday harga perak sempat menyentuh level tertinggi US$121,64 per troy ons sebelum akhirnya dibanting lebih dalam di US$105,57 per troy ons.

Sementara pada perdagangan hari ini Jumat (30/1/2026) hingga pukul 06.17 WIB, harga perak di pasar spot menguat 0,32% di level US$116,49 per troy ons.

Harga perak telah melonjak lebih dari 60% sepanjang bulan ini, didorong oleh defisit pasokan dan pembelian momentum.

Pasar perak, platinum, dan paladium relatif kecil dibandingkan dengan emas atau S&P 500, sehingga rentan terhadap arus masuk spekulatif yang menyebabkan harga "benar-benar terlepas dari permintaan fisik yang kuat," ujar Guy Wolf, kepala analisis pasar global di Marex.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Emas Cetak Rekor, Waktunya Jual Apa Tambah? Ini Kata Pakar


Most Popular
Features