Airlangga, Purbaya, Rosan, BI, OJK Kumpul Bahas MSCI, Ini Hasilnya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan reformasi terhadap regulasi menyusul keputusan Goldman Sachs menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight serta adanya peringatan dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Hal tersebut disampaikannya setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Ya tentu kita harus terus melakukan reform terhadap regulasi di pasar modal. Makanya kan tadi saya bilang, kita akan meminta untuk bursa kita melakukan reform mengenai regulasi," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (29/1/2026).
Sebagaimana diketahui, pada perdagangan kemarin, Rabu (28/1/2026), IHSG anjlok hingga terkoreksi 7,35% ke level 8.320,56 atau turun 659,67 poin pada penutupan perdagangan. Bahkan pada level terendahnya IHSG sempat ambruk lebih dari 8% sehingga otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perhentian perdagangan sementara (trading halt).
IHSG ambruk merespons pengumuman MSCI terkait penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes. MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari BEI.
Menurut Airlangga, momentum tersebut dimanfaatkan untuk melakukan reformasi pasar modal. Dirinya menegaskan, reformasi tersebut telah dibahas bersama MSCI dan akan diumumkan segera oleh Otoritas Jasa Keuangan.
"Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk mereform regulasi daripada pasar modal dan kita melihat best practice. Jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya," tegasnya.
(mij/mij)[Gambas:Video CNBC]