CLOSE AD
MARKET DATA

BTN Bangun Rumah Rendah Emisi 150 Ribu Unit, Bahan 40% Sampah

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
26 January 2026 16:20
Pekerja beraktivitas pada salah satu proyek pembangunan rumah bersubsidi di kawasan Kemang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/1/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pekerja beraktivitas pada salah satu proyek pembangunan rumah bersubsidi di kawasan Kemang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/1/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan, PT. BAnk Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berencana akan membangun rumah rendah emisi hingga 2029 sebanyak 150 ribu unit. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pembangunan rumah tipe itu masuk ke dalam program ESG.

"Kami punya dua program yang paling kuat hari ini, karena kami mempercayai ESG itu harus masuk dalam bisnis proses jadi kita masukkan dalam dua bisnis proses, satu kami sebut programnya adalah rumah rendah emisi," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (26/1/2026).

Nixon menjabarkan, dalam program ini BTN bekerja sama dengan para pengembang perumahan dan startup yang membangun material bahan baku perumahan. Startup dimaksud adalah membuat produk bahan bangunan campuran sampah atau limbah masyarakat menjadi bata, batako, genteng, paving, dan sebagainya.

"Paling banyak plastik untuk menjadi bata, batako, genteng, paving dan sebagainya, jadi bisa sampai 40% untuk isi plastiknya dari materialnya," ungkapnya.

Nixon menyebut, meskipun bahan baku pembangunannya berasal dari recycle sampah, namun kualitasnya lebih kuat dengan harga yang cukup kompetitif.

"Harganya juga gak bertambah mahal tapi kualitasnya kuat, karena terekat oleh ada unsur plastiknya, jadi bataknya semakin kuat, pavingnya semakin kuat dan gentengnya juga keras," ucapnya.

Nixon menambahkan, program ini harapannya dapat mendorong pengurangan emisi karbon. Sebab, jika dilihat secara detail, pembangunan rumah ini memperhatikan aspek hemat energi.

"Kalau kita lihat selain bahan baku juga jendelanya kita atur. Sekarang rumah-rumahnya supaya lebih lebar, kacanya lebih lebar, supaya gak terus-menerus pakai listrik. Lampu kemudian juga roofnya kita tinggiin supaya gak terus-menerus pakai kipas atau AC. Jafi ini energi efisien banget, kemudian juga airnya kita coba dorong menggunakan keran yang otomatis mati dan seterusnya, dan seterusnya," tutupnya.

 

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BTN (BBTN) Cetak Laba Rp1,7 Triliun Semester I-2025


Most Popular
Features