CLOSE AD
MARKET DATA

IHSG Naik 0,19% Diangkat Emiten Emas, Tapi Terbebani Saham Konglo

Redaksi,  CNBC Indonesia
26 January 2026 12:50
Pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 21,1 poin atau naik 0,19% ke level 8.972,11 pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (26/1/2026). Indeks tercatat sempat lompat lebih dari 1% pada perdagangan intraday ditopang kinerja saham-saham sektor pertambangan dan perdagangan emas, sebelum akhirnya terpangkas signifikan.

Sebanyak 329 saham naik, 333 turun, dan 139 belum bergerak. Nilai transaksi hingga jeda makan siang hari ini tergolong rama atau mencapai Rp 20,95 triliun, melibatkan 33,44 miliar saham dalam 2,31 juta kali transaksi.

Mengutip refinitiv, nyaris seluruh sektor perdagangan terkoreksi hari ini kecuali sektor barang baku yang melesat 2,92% dan sektor energi yang naik 0,84%. Adapun sektor properti tercatat turun dalam hingga 2,72%, diikuti oleh sektor finansial dan industri.

Saham emiten tambang emas tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari, dengan empat dari lima saham yang menopang kinerja indeks bergerak di sektor ini. Saham AMMN, MDKA, ANTM dan BRMS secara kolektif menyumbang 48,4 indeks poin.

Hari ini, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat naik 7,64% ke level 7.750. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak agresif dengan penguatan 12,82% ke posisi 4.740.

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga menguat 4,91% ke level 2.030, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 5,20% ke posisi 1.315. Adapun saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat lonjakan paling tajam sebesar 17,41% ke level 6.925.

Penguatan turut terjadi pada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 6,44% ke posisi 2.480. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 2,42% ke level 3.380.

Selain itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tercatat naik 4,03% ke harga 645. Sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai pemain alat berat dan tambang turut menguat 1,28% ke posisi 27.625.

Adapun blue chip dengan kapitalisasi besar tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG, termasuk BMRI, BYAN dan BBCA. Selain itu saham-saham emiten konglomerat juga kompak membebani kinerja IHSG hari ini.

Saham Bumi Resources (BUMI), Petrosea (PTRO), Bukit Uluwatu Villa (BUVA), Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) dan Mora Telematika Indonesia (MORA) tercatat terkoreksi dan membebani kinerja IHSG hari ini.

Memasuki pekan terakhir Januari 2026, pasar keuangan global dan domestik masuk ke fase yang sangat menentukan.

Pelaku pasar akan menghadapi kombinasi sentimen yang datang bersamaan, mulai dari pelemahan dolar AS yang mencerminkan naiknya risiko politik di Washington, dinamika independensi Bank Indonesia yang kembali jadi sorotan, hingga keputusan suku bunga The Fed yang berpotensi mengubah arah volatilitas aset berisiko.

Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) akan mengumumkan keputusan kebijakan suku bunganya pekan ini, tepatnya pada Kamis (29/1/2026) dini hari.

Keputusan ini yang paling ditunggu pasar karena terjadi di tengah gejolak tensi geopolitik yang semakin memanas hingga gonjang-ganjing ekonomi dunia.

Berdasarkan Fedwatch Tools The Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunganya di 3,5%-3,75%.

The Fed sendiri, khususnya Chairman Jerome Powell mendapat tekanan langsung dari Presiden Donald Trump yang mendesaknya untuk mundur.

Trump sebelumnya menyatakan telah mengantongi nama calon Gubernur The Fed dan bahkan sudah rampung melakukan wawancara langsung.

"Saya akan segera memberitahu Anda. Saya punya seseorang yang menurut saya akan sangat bagus, tetapi saya belum akan mengungkapnya sekarang," ujar Trump kepada dikutip Minggu (26/1/2026).

"Sosok ini sangat dihormati, sangat, sangat terkenal, dan saya yakin ia akan menjalankan tugasnya dengan sangat baik," tambahnya.

Sementara itu, investor kompak mencermati pergerakan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor dan resmi menembus level US$ 5.000 per troy ons.

Pada perdagangan hari ini Senin (26/1/2026) hingga pukul 06.26 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,80% ke posisi US$5.026,93 per troy ons. Kenaikan ini membawa emas ke level baru yang belum pernah tercatat sebelumnya, yakni menembus level psikologis US$5.000 per troy ons.

Level US$5.000 ini menjadi pencapaian ekstrem bagi emas yang setahun lalu masih berada di kisaran US$2.700 per troy ons. Dalam waktu kurang dari setahun, emas melesat melewati level psikologis US$2.800, US$2.900, US$3.000, hingga US$4.000.

Sebelumnya pada perdagangan Jumat (23/1/2026), harga emas dunia juga telah naik 0,94% ke level US$4.982,57 per troy ons. Pada perdagangan intraday, emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$4.989,61 per troy ons, hanya terpaut tipis dari target US$5.000.

Harga emas kembali mencetak rekor dan mendekati level US$5.000 per troy ons setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan AS telah mengerahkan kapal ke arah Iran. Pernyataan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pasar Saham Makin Menarik, Investor Wajib Lakukan Hal Ini!


Most Popular
Features