CLOSE AD
Video

Video: Incar Pasar Ekspor, Pengusaha Kaca Minta Kepastian Gas Murah

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
23 January 2026 18:11

Jakarta, CNBC Indonesia- 2025 masih menjadi tahun penuh tantangan bagi industri kaca nasional di tengah perlambatan daya beli, kondisi kelebihan pasokan dari industri dalam negeri, tersendatnya pasokan gas murah lewat Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) hingga serbuan kaca impor.

Di tahun 2026, upaya mendorong daya saing dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi harapan bagi peningkatan kinerja industri kacah nasional. Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), Yustinus Gunawan menyebutkan pada 2025, utilisasi produksi hingga 80% dan pasar ekspor.

Saat ini industri kaca tengah mendorong peluang perluasan dan volume pasar ekspor untuk menyerap produksi kaca yang utilisasi produksi masih tinggi mencapai kenaikan 100% dari 1,3 juta menjadi 2,6 juta ton di 2025. Selain itu diversifikasi produk hingga masuk ke sektor otomotif dan peningkatan kinerja di sektor properti menjadi peluang bagi pertumbuhan bisnis kaca RI.

AKLP berharap dukungan pemerintah terkait kebijakan gas murah lewat aturan HGBT. Seperti apa prospek dan tantangan industri kaca 2026?Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), Yustinus Gunawan dalam Manufacture Check CNBC Indonesia (Jum'at, 23/01/2026)