Video: Bappepti: Transaksi Emas Digital 2025 Tembus Rp 118 ,9 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia- Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tirta Karma Senjaya mencatat tren pertumbuhan di perdagangan berjangka komoditi baik pasar fisik maupun komoditas
Dimana perdagangan berjangka komoditi erat kaitannya dengan perkembangan geopolitik global yang mempengaruhi supply dan demand komoditas terkait. Mengingat perdagangan berjangka komoditi memiliki hedging sehingga saat terjadi volatilitas pasar maka pemerintah dapat memanfaatkan bursa berjangka.
Selain itu, Indonesia sebagai negara dengan sumber daya komoditas seperti CPO, batubara hingga kopi yang sangat besar sehingga memiliki peluang untuk mengembangkan bursa berjangka untuk menjadikan RI sebagai penentu harga komoditas global.
Salah satu penyumbang transaksi bursa berjangka 2025 adalah transaksi derivatif emas maupun pasar fisik emas seiring dengan terus meningaktnya pergerakan harga emas dunia. Tercatat ada transaksi emas digital di 2025 tembus Rp 118,93 Triliun atau naik 104,3% dengan volume mencapai 60,2 ton.
Seperti apa prospek dan tantangan bursa berjangka hadapi gejolak global? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tirta Karma Senjaya dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum'at, 23/01/2026)