IHSG Tinggalkan Level 9.000! 5 Saham Kena Tekanan Jual Besar
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan level 9.000 pada perdagangan intraday hari ini, Rabu (21/1/2026). Indeks turun 1,54% atau 140,85 poin ke level 8.993,85 per pukul 14.49 WIB.Â
Sebanyak 605 saham turun, 179 tidak bergerak, dan hanya 174 yang naik. Nilai transaksi mencapai Rp 26,84 triliun, melibatkan 46,22 miliar saham.Â
Nilai transaksi tersebut menjadi gambaran investor yang terbilang panik di tengah koreksi dalam IHSG hari ini. Sejumlah saham mendapat tekanan jual yang terbilang tinggi.Â
Bumi Resources (BUMI) mencatat total nilai transaksi mencapai Rp 5,9 triliun. Saham BUMI tercatat turun 5,31% ke level 392. Emiten kedua yang kena aksi jual besar adalah Bank Central Asia (BBCA) yang mencatat total nilai transaksi Rp 3,14 triliun.Â
BBCAÂ anjlok 3,13% ke level 7.750. Hal ini seiring pula dengan aksi jual asing sebesar Rp 751,1 miliar pada sesi 1 hari ini.Â
Astra (ASII) dan United Tractor (UNTR) juga mencatat nilai transaksi besar dan koreksi dalam. ASII yang koreksi 10,31% membukukan total transaksi Rp 3,02 triliun dan UNTR yang merosot 14,93% ditransaksikan sebesar Rp 2,44 triliun.Â
Hal tersebut seiring dengan keputusan pemerintah mencabut sejumlah izin usaha kehutanan dan pertambangan imbas banjir Sumatra, termasuk podusen tambang emas Agincourt milik UNTR.
Selanjutnya Bumi Resources Minerals (BRMS) mencatat nilai transaksi Rp 2,8 triliun. Saham emiten grup Bakrie ini turun 2,67% ke level 1.280.
Adapun aliran dana asing mengalir deras keluar dari pasar modal Tanah Air sepanjang sesi 1 hari ini, Rabu (21/1/2026). Investor asing tercatat melakukan aksi jual Rp 5,1 triliun dan beli Rp 4,1 triliun, sehingga net foreign sell mencapai Rp 1 triliun.
(mkh/mkh)[Gambas:Video CNBC]