Pemerintah Ajak 1.800 Ton Emas Masyarakat Masuk Ekosistem Bullion
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah RI terus mendorong pengembangan ekosistem bullion atau logam mulia lewat pembentukan bullion bank (bank emas) di Tanah Air sebagai bagian dari strategi mengintegrasikan industri emas dari hulu hingga hilir hingga meningkatkan akses layanan dan investasi logam mulia di Tanah Air
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian, Ferry Irawan mengatakan upaya pengembangan usaha bullion sejalan dengan upaya menggali potensi cadangan emas nasional sekaligus mengatasi ketimpangan kegiatan ekspor-impor emas Tanah Air.
Pemerintah melihat potensi besar minat masyarakat Indonesia terhadap komoditas emas sehingga pembentukan bullion bank dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap ekosistem emas. Kebijakan ini juga sejalan dengan UU P2SK dan POJK 17/2024 yang mendukung pengembangan usaha bullion.
Kemenko Perekonomian terus mengorkestrasi K/L terkait ekosistem bullion mulai dari Kemenkeu, Danantara hingga OJK agar arah pengembangan dana pemanfaatan potensi buliion Tanah Air. Meski demikian terdapat sejumlah tantangan pengembangan ekosistem bullion terkait mendorong edukasi masyarakat untuk dapat memanfaatkan layanan bullion bank mengingat ada 1.800 Ton emas di masyarakat yang belum masuk sistem bullion
Lalu seperti apa upaya pemerintah mendorong ekosistem bullion? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian, Ferry Irawan dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Rabu, 21/01/2026)