MARKET DATA

Asing Net Sell Rp 1 T Sesi 1, BBCA dan BUMI Paling Banyak Dijual

mkh,  CNBC Indonesia
21 January 2026 13:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Aliran dana asing mengalir deras keluar dari pasar modal Tanah Air sepanjang sesi 1 hari ini, Rabu (21/1/2026). Investor asing tercatat melakukan aksi jual Rp 5,1 triliun dan beli Rp 4,1 triliun, sehingga net foreign sell mencapai Rp 1 triliun. 

Saham Bank Central Asia (BBCA) mendominasi dengan net sell Rp 751,1 miliar. Seiring dengan tekanan jual asing ini, saham BBCA mengalami koreksi 1,88% ke level Rp 7.850. 

Selanjutnya Bumi Resources (BUMI) menjadi saham kedua dengan net foreign sell terbesar kedua, yakni Rp 269,3 miliar dengan 683,6 juta saham dilepas. 

Lalu United Tractor yang anjlok hingga menyentuh batas bawah (ARB) atau 14,93% ke level 27.200 membukukan net sell asing sebesar Rp 159,7 miliar. Hal ini seiring dengan keputusan pemerintah mencabut sejumlah izin usaha kehutanan dan pertambangan imbas banjir Sumatra, termasuk podusen tambang emas Agincourt milik UNTR.

Selain itu, Bukit Ulluwatu Villa (BUVA) dan Archi Indonesia (ARCI) juga masuk dalam daftar saham dengan net foreign sell terbesar. Akan tetapi kedua saham ini, masing-masing naik 1,41% dan 1,98%. Namun sebagai catatan, BUVA sempat naik nyaris 9%, sebelum penguatannya terpangkas pada akhir sesi 1. 

Sementara itu, sejumlah saham malah menjadi incaran asing. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan net foreign buy Rp 148,2 miliar. Lalu diikuti oleh Antam (ANTM) Rp 133,7 miliar dan Vale Indonesia (INCO) Rp 87,9 miliar. 

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).
Indeks tertekan 1,24% atau 113,21 poin ke level 9.021,49. Sebanyak 601 saham turun, 152 naik, dan 205 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 20,78 triliun, melibatkan 35,92 miliar dalam 2,51 juta kali transaksi.

Indeks bahkan sempat meninggalkan level 9.000 dengan koreksi sedalam 1,48% sekitar pukul 09.50 WIB.

Nyaris seluruh sektor melemah dengan koreksi terbesar dicatatkan oleh sektor properti dan konsumer primer, yang masing-masing terpangkas 3,99% dan 2,7%.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Aksi Beli Asing Mereda, BCA Lagi-Lagi Jadi Target Jual


Most Popular
Features