Simak Rekomendasi 5 Saham yang Potensi Kasih Cuan Kala IHSG Stagnan
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (20/1) nyaris tidak berubah dengan kenaikan tipis 0,01% ke level 9.134,70.Â
Pergerakan indeks ditopang sejumlah saham berkapitalisasi menengah dan kecil, dengan BRMS melonjak 6,50%, EMAS melesat 18,18%, serta RISE naik 17,94% sebagai penopang utama. Di sisi lain, tekanan datang dari DSSA yang terkoreksi 10,59%, diikuti BBCA turun 1,54% dan ASII melemah 1,69%.
Dari aktivitas investor, pelaku asing membukukan beli bersih sebesar Rp6,50 miliar di pasar reguler. Namun, secara keseluruhan pasar, asing masih mencatatkan jual bersih senilai Rp98,18 miliar.Â
Secara sektoral, mayoritas sektor bergerak di zona hijau, dengan 9 dari 11 sektor ditutup menguat. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,63%, sementara sektor basic industry mencatat penguatan tertinggi sebesar 2,49%.
Dari sisi emiten, Kencana Energi Lestari (KEEN) melalui entitas anaknya, Energi Surya Halmahera, mengamankan kontrak Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PLN.Â
Perseroan akan membangun dan mengoperasikan PLTS Tobelo berkapasitas 10 MW yang dilengkapi baterai 8,4 MWh. Nilai kontrak proyek ini sekitar US$25 juta dengan tenor penjualan listrik selama 20 tahun sejak beroperasi.Â
Konstruksi direncanakan mulai 2026 dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada kuartal I 2027, dengan potensi pendapatan konstruksi mencapai US$13,8 juta serta tambahan pendapatan sekitar US$1,6 juta per tahun dari produksi listrik.
Sementara itu, Bukit Uluwatu Villa (BUVA) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu melalui penerbitan hingga 50 miliar saham baru, setara maksimal 203,11% dari jumlah saham beredar.Â
Langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan usaha dan pemenuhan kewajiban perseroan. Rencana tersebut masih menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 26 Februari. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 67,01%.Â
Aksi ini merupakan kelanjutan dari PMHMETD I pada 2025 senilai Rp603,98 miliar yang digunakan untuk akuisisi Bukit Permai Properti dari grup Summarecon serta pengembangan lahan di Pecatu, Bali. Dari sisi pergerakan teknikal, saham BUVA terpantau memiliki ruang penguatan hingga area rasio tertentu.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
BRMS
Buy 1300-1320 | TP 1370-1420 | SL 1225
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
BUVA
Buy 2110-2130 | TP 2200-2250 | SL 1990
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
PSAB
Buy 650-660 | TP 685-710 | SL 615
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
JATI
Buy 142-145 | TP 150-157 | SL 134
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
IMPC
Buy 3460-3480 | TP 3580-3700 | SL 3270
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.Â
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ayh/ayh)