MARKET DATA

Purbaya Bakal Datangi Perusahaan China yang Ngemplang Pajak Minggu Ini

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
19 January 2026 21:40
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana akan menyambangi sejumlah perusahaan baja asal pajak yang kedapatan mengemplang pajak dengan cara tidak membayar pajak pertambahan nilai (PPN). Rencananya dia akan mengunjungi perusahaan ini dalam pada minggu ini, Selasa atau Rabu.

"Sehari dua hari ini saya akan kesana," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026).

Namun, Purbaya tak menjelaskan secara rinci nama-nama perusahaan baja asal China yang kedapatan mengemplang pajak.

"Yang baja itu yang terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat," kata Purbaya, Rabu (14/1/2026).

"Itu dari China semua. Bukan campur-campur," tegasnya.

Purbaya mengaku heran 40 perusahaan ilegal yang tak bayar kewajiban perpajakan itu bisa masuk ke Indonesia dan beroperasi selama ini. Ia menduga, ada pihak-pihak internal di lingkungan Kementerian Keuangan yang terlibat pembiaran aktivitas perusahaan baja itu.

"Harusnya kan kalau perusahaan besar kan gampang ngelihatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat, nanti kita lihat ya," kata Purbaya.

Sebelumnya Purbaya sudah mengungkapkan bahwa ada perusahaan China yang ketahuan melakukan 'pembelian Kartu Tanda Penduduk (KTP)' untuk memalsukan jumlah karyawannya.

"Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia enggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat," papar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Anggito Jadi Ketua LPS, Purbaya Usul ke Prabowo Tak Tambah Wamen Lagi


Most Popular
Features